BANDUNG, infobdg.com – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 telah dibuka sejak Senin (11/11) lalu. Terkhusus formasi CPNS di Jawa Barat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat menetapkan untuk membuka sebanyak 1.934 formasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (pemprov) Jabar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pengadaan dan Mutasi BKD Jawa Barat, Tulus Arifan, pada Sabtu (16/11), di Gedung Sate, Kota Bandung. Tulus membeberkan, sebanyak 1.934 formasi yang dibuka terdiri dari 93 formasi Tenaga Kesehatan, 839 Formasi Tenaga Pendidik, serta 1002 formasi Tenaga Teknis.

“Formasi tahun 2019 sebanyak 1,934 ini diisi sampai 1002 tenaga teknis, perbedaannya sama tahun lalu juga sebenarnya di formasi teknis. Lalu 839 tenaga pendidik, dan 93 tenaga kesehatan,” terang Tulus.

Tulus menegaskan perbedaan jumlah formasi di Jawa Barat tahun ini dengan sebelumnya terletak pada peningkatan formasi teknis. Tahun 2018 lalu, Jawa Barat hanya membuka 1.085 formasi dengan formasi teknis sebanyak 69.

“Kalau tahun lalu kita totalnya 1.085 formasi, di tahun 2019 ini 1.934, Jadi hampir dua kali lipat diberikan formasinya,” pungkasnya.

Terlebih dalam CPNS tahun ini, pihak BKD Jawa Barat mengakomodir sekitar 2% dari jumlah formasi untuk para disabilitas dengan jumlah 48 formasi yang akan disebar di beberapa instansi. Peserta disabilitas diharuskan memiliki surat keterangan dokter/rumah sakit. Hingga saat ini, data yang masuk ke sistem sudah ada sekitar 300 orang disabilitas, yang terverifikasi. Data lainnya masih dalam proses.

Batas pendaftaran formasi CPNS di wilayah Pemprov Jabar akan berlangsung hingga 26 November 2019. Proses pendaftaran CPNS 2019 seluruhnya dilakukan secara digital. Untuk itu, apabila ada pihak yang mengatasnamakan BKD Jabar meminta untuk melaksanakan tahap surat-menyurat, maka hal tersebut tidak benar.

“Intinya kami tidak menyarankan surat-menyurat menyampaikan ini tidak semuanya melalui digital ini tidak ada yang lainnya jadi kalau ada yang mengaku-ngaku dari tim dari BKD atau BKN atau dari manapun itu tidak benar,” tandas dia.

Komentar

Total Komentar