BANDUNG, infobdg.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melepas 110 pemuda-pemudi asal Jabar yang lolos seleksi program “Patriot Desa” pada Kamis (28/11), di Gedung Sate, Kota Bandung.

110 Patriot Desa ini akan menjadi perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat, kehidupan sosial-budaya, dan pengembangan partisipasi serta keswadayaan masyarakat desa. Para patriot yang terpilih rata-rata masih berusia 20-23 tahun. Mereka diterjunkan ke 50 desa se-Jabar, mulai dari Desa Mekarjaya di Kabupaten Bogor hingga Desa Bangbayang di Kabupaten Cirebon.

Mentor dalam program Patriot Desa, Tri Mumpuni Wiyatno mengatakan dalam gelaran JAPRI (Jabar Punya Informasi), pada Kamis (28/11), bahwa para milenial terpilih ini telah melalui masa karantina selama 45 hari untuk dibekali kompetensi dan spirit kejuangan.

“110 Patriot Desa ini adalah hasil seleksi ketat, mereka sudah diberikan selama 45 hari agar betul-betul bisa berkontribusi membangun desa dan menjadi pembawa asa bagi masyarakat,” beber Tri.

Tri menegaskan, tidak ada desa yang benar-benar miskin atau tertinggal di Jawa Barat. Menurutnya, yang ada adalah desa yang ekonominya kurang bergerak karena masyarakatnya belum mampu mengelola sumber daya di desa tersebut.

Untuk itu, 110 Patriot Desa ini dibekali kompetensi keteknisan, kompetensi kejuangan, kompetensi pembangunan berbasis masyarakat, serta kompetensi keikhlasan. Harapannya, mereka mampu menjadi motor penggerak majunya desa di Jabar.

“Mereka dikirim ke desa, beradaptasi, dan membaur dengan masyarakat desa. Pegang integritas, kompetensi kecerdasan, dan energi untuk membangun,” ujar Tri.

Patriot Desa diharapkan dapat menjadi penyokong pelaksanaan program One Village One Company (OVOC), untuk merintis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis potensi desa di Jawa Barat.

Komentar

Total Komentar