BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) canangkan pentingnya memperkuat kepedulian lingkungan terkait sampah bagi masyarakat, terlebih di Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020.

Mengusung tema Jabar Juara, Jabar Berseka, Jabar Sejahtera Lahir Batin, HPSN 2020 diharapkan mampu menyemangati kembali masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mampu mengurainya menjadi hal yang bermanfaat, tidak melulu mengandalkan pemerintah, minimal mengurai sampah rumah tangga sendiri.

Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat dewasa ini dalam mengurai sampah adalah didirikannya bank sampah di sejumlah daerah di Jawa Barat. Bank sampah berkaitan erat dengan kepedulian masyarakat yang mau memilah sampah.

“Lahirnya bank sampah ini didorong dengan kebiasaan memilah sampah. Ini erat kaitannya dengan 3R (reduce, reuse, recycle),” ujar Ketua Forum Bank Sampah Jawa Barat, Mohammad Santori, dalam acara Japri di Gedung Sate, Rabu (26/2).

Sebelum memilah, masyarakat harus tahu dulu jenis sampah yang dominan di daerahnya. Santori mengatakan, sampah di Jawa Barat lebih banyak yang berjenis organik.

“Mayoritas organik, hampir 50% organik, kalau residu b3 itu kira-kira 31%. Nah yang agak tetap itu sampah daur ulang, kira-kira 24%,” pungkasnya.

Untuk penguraiannya sendiri, sampah bisa diolah secara organik, atau daur ulang. Sampah daur ulang inilah yang diambil oleh Bank Sampah. Maka dari itu, Santori mengingatkan pentingnya memilah sampah, agar sampah organik dengan daur ulang tidak tercampur.

“Bagaimana mau memanfaatkan sampah, baik organik atau daur ulang, tapi dalam keadaan tercampur. Seperti yang kita saksikan sekarang, umumnya sampah itu tercampur, itu tidak efektif untuk dilakukan daur ulang,” bebernya.

Komentar

Total Komentar