JAKARTA, infobdg.com – Bank fintech pertama di Indonesia, Amar Bank, melalui produk digitalnya Tunaiku berhasil meraih 2 penghargaan sekaligus dari majalah Infobank.

Penghargaan diterima Amar Bank sebagai “TOP SME LENDER 2019 (UMKM)” kategori Buku 2:  Modal inti Rp 1 Triliun sampai dengan di bawah Rp 5 Triliun denganaset di bawah Rp 10 Triliun, dan “ THE BEST BANK IN MORTGAGE 2020” kategori Buku 2: Modal inti Rp 1 Triliun sampai dengan di bawah Rp 25 Triliun dengan aset di bawah Rp 10 Triliun.

Sejak diluncurkan pada 2014 lalu, Tunaiku yang mengusung konsep financial technology langsung menjadi produk unggulan Amar Bank. Tunaiku memanfaatkan teknologi internet dalam melaksanakan bisnisnya yang memiliki produk yakni personal loan.

“Melalui Tunaiku, masyarakat dapat meminjam dana mulai Rp 2-20 Juta dengan tenor peminjaman 6-20 bulan. Proses peminjaman termasuk di dalamnya pengumpulan data, menganalisis, dan memproses pinjaman hanya dalam waktu 24 jam,” ujar Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, saat menerima penghargaan.

Vishal mengatakan, penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Amar Bank untuk terus menyalurkan kredit melalui pemanfaatan teknologi, dan meningkatkan inklusi keuangan yang berprinsip pada keuangan berkelanjutan.

“Melalui teknologi dan transformasi digital perbankan, kami terus berupaya untuk mengembangkan layanan dan produk kami sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan,” lanjutnya.

Hingga saat ini, tercatat produk fintech Tunaiku telah menyalurkan dana untuk kredit modal usaha ke lebih dari 100.000 UMKM dan melayani lebih dari 350.000 nasabah. Tak hanya itu, Amar Bank pun telah memiliki aset melebihi 3 Triliun yang sebelumnya hanya sekitar ratusan Miliar Rupiah.

Sementara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di sektor UMKM, pemerintah tahun ini kembali menurunkan tingkat suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6%, atau turun 1% dibanding tahun sebelumnya. Plafon anggaran KUR juga naik dari Rp 140 Tiliun menjadi Rp 190 Triliun.

“Adanya KUR yang mendistorsi bisnis kredit mikro komersial ini harapannya dapat memberikan dampak signifikan bagi pergerakan ekonomi rakyat khususnya UMKM, sehingga dapat lebih berkembang dan cakupan pasar yang lebih luas,” papar Vishal.

Selain itu, upaya pemerintah dalam mendorong perkembangan sektor UMKM ini masih terus dilakukan di tengah maraknya isu Covid-19. Hal ini terlihat dari tindakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru-baru ini mengeluarkan beberapa pelonggaran kebijakan countercyclical melalui Peraturan OJK (POJK) tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19.

Salah Satu kebijakan yang ditempuh OJK adalah mengizinkan bank menerapkan kebijakan yang mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi untuk debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19, termasuk dalam hal ini adalah debitur UMKM.

“Melalui kebijakan ini, perbankan dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit atau pembiayaan tanpa melihat batasan plafon kredit atau jenis debitur, termasuk debitur UMKM,” pungkas Vishal.

Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi Majalah Infobank Eko B. Supriyanto mengatakan, bahwa Infobank Awards merupakan ajang penghargaan dengan tujuan untuk mengetahui strategi bank umum dalam memberikan akses pemberian kredit UMKM dan Properti.

“Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil kajian terhadap kinerja bank, baik kinerja kredit properti, UMKM, dan kinerja bank secara menyeluruh,” kata Eko.

Dalam situasi ini Amar Bank menyadari perubahan perilaku masyarakat Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Vishal menuturkan, digitalisasi perbankan sangat penting untuk mencapai efisiensi. Namun, yang lebih penting adalah transformasi digital yang lebih mengarah pada perubahan mindset di dalam internal bank secara keseluruhan.

Komentar

Total Komentar