BANDUNG, infobdg.com – Wargi Bandung sudah berapa lama tinggal di Kota Bandung? Setahun, dua tahun, 10 tahun, atau bahkan memang lahir di Bandung?

Tapi tau gak gimana sejarah terbentuknya Bandung? Atau bagaimana awal mulanya Bandung menjadi Kota yang berdiri sendiri? Berikut 7 Sejarah Bandung yang harus Wargi Bandung ketahui.

1. Wilayah Dataran Bandung Terbentuk Dari Letusan Gunung Sunda

Foto : Wikipedia

Dahulu di Jawa Barat terdapat satu gunung yang kokoh berdiri bernama Gunung Sunda.
Sekitar 210.000-128.000 tahun yang lalu, Gunung Sunda ini meletus dengan dahsyatnya.
Letusan teramat besar itu diikuti oleh 13 letusan lainnya yang juga cukup besar.

Rangkaian letusan besar tersebut mengakibatkan dinding Gunung Sunda yang kokoh dan bertinggi sekitar 3.500-4.000 mdpl runtuh. Terbentuklah kaldera besar efek dari letusan tersebut, yang membentuk danau raksasa bernama Danau Bandung Purba, serta didalamnya muncul Gunung Tangkuban Parahu.

Pada rentang waktu 90.000-10.000 tahun yang lalu, Gunung Tangkuban Parahu meletus beberapa kali. Material letusan seperti lava memenuhi kawasan di sekitar gunung tersebut, termasuk Patahan Lembang dan aliran sungai Citarum. Dampak dari letusan ini membuat Danau Purba Bandung terbagi menjadi dua bagian, Danau Bandung Purba Barat dan Danau Bandung Purba Timur.

Seiring berjalannya waktu dan aktivitas gempa yang terjadi, tebing di setiap Danau Bandung Purba ini terkikis menjadi gua, sehingga air dari danau lama-lama keluar melalui gua yang bernama Sanghyang Tikoro. Dari Danau Bandung Purba yang mengering tersebut, terbentuklah wilayah Bandung yang dikeliling oleh pegunungan sekarang ini.

2. Dari Mana Terciptanya Nama Bandung?

Kata Bandung diambil dari kata bendung atau bendungan. Ini sesuai dengan terciptanya kawasan Bandung, dari material lava letusan gunung berapi yang membendung aliran sungai Citarum.

Jika dari filosofi Sunda, disadur dari kalimat yang sakral dan juga luhur, yaitu Nga-Bandung-an Banda Indung. Inti dari kalimat tersebut mengartikan bahwa, tempat segala makhluk hidup dan juga benda mati yang menempati tanah ibu pertiwi dan disaksikan oleh yang Maha Kuasa.

3. Dayeuhkolot Sebagai Pusat Pemerintahan Kabupaten Bandung

Foto : Humas Kab Bandung

Sebelum Kota Bandung menjadi bagian yang terpisah dari Kabupaten Bandung, dahulu di daerah Karapyak (sekarang Dayeuhkolot), merupakan salah satu pusat perdagangan dan pemerintahan Hindia Belanda di Jawa Barat.

VOC (perusahaan dagang Belanda) memusatkan kekuasaan perdagangannya di daerah Karapyak tersebut.

4. Bandung Ditetapkan Sebagai Kota

Foto : Dudi Sugandi

Kekuasaan VOC berakhir dan bangkrut pada tahun 1799, tak terkecuali yang ada di Kabupaten Bandung. Akibat hal tersebut, pemerintah Hindia Belanda saat itu melakukan penggantian orang-orang di pemerintahan.

Herman Willem Daendels ditunjuk sebagai Gubernur Jendral Pertama oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia lalu memerintahkan kepada Bupati Bandung, R.A Wiranatakusumah II, untuk memindahkan ibu kota Kabupaten Bandung.

Lokasi yang ditunjuk berada di titik kilometer 0 Bandung (berada di Jl Asia-Afrika saat ini).
Surat keputusannya dikeluarkan tanggal 25 September 1810. Tanggal tersebut akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kota Bandung.

5. Bupati Bandung Sudah Memiliki Rencana Pemindahan Warganya

Tanpa sepengetahuan Gubernur Jendral asal Belanda tersebut, R.A Wiranatakusumah II, sudah membuat rencana pemindahan penduduknya pada tahun 1809. Ia bahkan sudah menemukan lokasi yang cocok sebagai ibu kota, walaupun wilayahnya masih merupakan hutan.

Bupati Bandung ini juga sudah akan mengarahkan warganya tinggal lebih ke utara, karena memang sudah ada pemukiman di sana. Wilayahnya adalah Cikapundung Kolot, Kampung Bogor, dan Kampung Cikalintu (sekarang daerah Cipaganti).

6. Bandung Sebagai “Ibu Kota” Asia-Afrika

Kota Bandung dianggap sebagai ibu kota dari dua benua besar, Asia dan Afrika. Zaman dulu, banyak negara di Asia dan Afrika yang merupakan negara jajahan. Beberapa tahun setelah Indonesia merdeka, tercetuslah ide untuk mengadakan konferensi dengan negara-negara di Asia dan Afrika yang baru merdeka.

Pada tahun 1955, Indonesia menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika. Pertemuan ini menyuarakan perdamaian dan anti penjajahan. 29 negara tercatat mengikuti konferensi yang berlangsung di Gedung Merdeka, Kota Bandung ini.

Salah satu peserta KAA, Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru, diberikan kesempatan berpidato. Dalam pidato tersebut, ia mengatakan Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika.

7. Stasiun Kereta Api Bandung, Gerbang Utama Menuju Bandung

Stasiun yang lokasinya berada di Jalan Kebon Kawung ini sudah ada sejak 17 Mei 1884, seiring dengan diresmikannya jalur kereta Batavia (Jakarta)-Bandung. Kemudian di tahun 1894, pemerintah Hindia Belanda juga meresmikan jalur kereta Bandung-Surabaya. Sebelum itu, ide untuk dibangunnya stasiun ini berkaitan dengan pembukaan perkebunan di wilayah Bandung pada tahun 1870.

Memasuki tahun 1900-an, tepatnya pada 1920, bangunan stasiun diperbesar dan dibuat dengan gaya arsitektur kolonial. Pada 16 April 1925 juga sempat dibangun monumen di depan pintu selatan stasiun, sebagai bentuk peringatan 50 tahun Staatsspoorwegen (PT KAI-nya Hindia Belanda pada masa itu).

Lalu pada tahun 1931, stasiun kembali dirombak besar-besaran dan dibuat dengan gaya arsitektur art deco rancangan Dr. Ir. J. W. Ijzerman. Terakhir, perombakan terjadi pada tahun 1990, yang dijadikan sebagai bagian depan Stasiun Kota Bandung di Jalan Kebon Kawung.

Sebenarnya masih banyak sejarah yang berkaitan dengan Bandung untuk dicari tahu lho.
Wargi Bandung juga cari di kolom pencarian di atas, lalu ketik “Sejarah Bandung”. Yuk makin cinta dengan Bandung lewat sejarahnya!

Komentar

Total Komentar