Analisis BMKG Pada Hujan Lebat yang Sebabkan Banjir di Bandung

0
649

BANDUNG, infobdg.com – Hujan intensitas ringan hingga lebat mengguyur Kota Bandung pada Kamis (8/3) sore. Akibat dari hujan ini air menggenang dengan ketinggian 30-40 cm di beberapa titik seperti Gedebage dan Arcamanik. Lalu lintas pun sempat lumpuh total sampai 2 jam di sekitar Jl. Soekarno-Hatta, Binong, dan sekitar Antapani.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Kota Bandung melakukan analisis dan pengamatan terhadap situasi alam yang terjadi. Berhasil disimpulkan setidaknya ada 3 faktor yang menyebabkan Bandung diguyur hujan lebat dari sore sampai malam hari kemarin.

Menurut Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin, berdasarkan pantauan citra satelit terdapat pembentukan awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Kab. Bandung bagian timur dan sekitarnya pada pukul 14. 00 dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, yang kemudian mulai hujan kembali pada sore menjelang malam hari dengan intensitas lebat hingga sangat lebat sekitar pukul 16.00.

Adanya pumpunan angin yang melewati Jawa Barat bagian tengah serta belokan angin (shearline) terutama di wilayah Bandung bagian timur juga menjadi salah satu faktor hujan lebat yang menyebabkan beberapa daerah tergenang banjir. Selain itu terdapat anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat yang cenderung hangat sehingga berpeluang terjadi pembentukan awan-awan potensial hujan.

Pelaporan data pengamatan permukaan di Stasiun Geofisika Bandung mencatatkan, suhu maksimum pada tanggal 8 Maret 2018 yang tercatat paling tinggi 29,2°C sekitar pukul 14.00 dengan kelembaban relatif paling rendah di siang hari sekitar 58% pada saat awal pembentukan awan cumulonimbus (Cb) di siang hari sekitar pukul 14.00. Arah angin pada pukul 14.00 dan 16.00 dari arah Barat. (Stasiun Geofisika Klas I Bandung, BMKG, Muhamad Iid Mujtahiddin)

Foto ilustrasi : bandungekspose.blogspot.com

Komentar

Total Komentar