BANDUNG, infobdg.com – Masa angkutan Natal dan tahun baru (Nataru) 2019/2020 ditetapkan mulai 19 Desember 2019, bersamaan dengan datangnya musim hujan.

Untuk mengantisipasi faktor cuaca serta dampaknya pada kelancaran perjalanan para pengguna jasa kereta api, PT Kereta Api (Persero) Daop 2 Bandung menyiagakan 55 petugas penilik jalan (PPJ) ekstra, 71 penjaga jalan lintas (PJL) ekstra, serta 150 petugas posko daerah rawan yang disebar di 44 lokasi.

“Khusus untuk petugas posko daerah rawan, tidak ada penambahan karena sudah dijaga secara tetap dengan waktu pengawasan selama 24 jam. Jadi, total tenaga ekstra selama masa angkutan Nataru 2019/2020 adalah 126 petugas khusus untuk PPJ dan PJL,” ungkap Hendra Wahyono, Deputy Executive Vice President PT KAI Daop 2 Bandung, Rabu (26/11).

Hendra menjamin, pihaknya secara maksimal akan memberikan rasa aman bagi pengguna jasa kereta api. Selain itu, Hendra menambahkan bahwa para Komisaris, Direksi, Direktorat Henderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan pihak Kepolisian pun ikut turun langsung melakukan inspeksi ke sejumlah stasiun untuk mengecek kesiapan pelayanan hingga lintasan kereta api di jalur utara dan selatan Jawa, termasuk di wilayah Daop 2 Bandung.

“Sebelum masa angkutan Nataru pada 10 hingga 12 Desember 2019 nanti akan ada inspeksi langsung oleh beberapa pihak berwenang yang akan turun langsung ke sejumlah stasiun untuk mengecek kesiapan pelayanan hingga lintasan kereta apinya,” tandas Hendra.

Komentar

Total Komentar