BANDUNG, infobdg.com – Kadishub Kota Bandung, Didi Ruswandi, memperkenalkan program uji coba carpooling atau naik transportasi umum bersama-sama yang akan diterapkan di Kota Bandung dalam gelaran Bandung Menjawab pada Selasa (12/3), bertempat di Taman Sejarah Bandung.

Carpooling adalah metode transportasi besutan Pemkot Bandung melalui Dishub Kota Bandung, yakni berbagi perjalanan dengan menggunakan mobil sehingga satu mobil digunakan bersama-sama. Cara ini efektif untuk penumpang dengan satu arah yang sama, tidak akan berkendara sendiri-sendiri.

Bekerja sama dengan Grab, Dishub Kota Bandung mengadopsi metode carpooling untuk mengantarkan ASN ke tempat kerja dengan menetapkan 15 titik penjemputan, diantaranya adalah Terminal Cicaheum, Terminal Leuwipanjang, dan area Bandung timur.

Didi menyampaikan, carpooling ini tidak sebatas “grab to work” saja. Sebelum bekerja sama dengan perusahaan jasa transportasi online itu, angkot to school sudah pernah diuji coba. “Kita lakukan uji coba ini untuk mengetahui sejauh mana potensi implementasi carpooling. Grab to work itu merk dagang dari Grab. Kenapa Grab? Karena mereka langsung menyambut ketika kami tawarkan,” kata Didi.

Lebih lanjut Didi menjelaskan, sebelumnya Dishub Kota Bandung pernah bekerja sama dengan Kopamas (Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat) dan Data Science Indonesia untuk uji coba angkot to school. Didi melihat respon dari para siswa sangat bagus, ia yakin ada peluang dan perlu ditindaklanjuti.

“Sekarang kita masih uji coba. Kalau operasionalnya bebas, mau online ataupun offline. Bentuknya bisa apapun karena potensinya cukup besar,” terang Didi.

Program carpooling ini merupakan peluang bagi para pelaku transportasi massal, karena akan ada banyak orang yang tidak menggunakan kendaraan pribadi ke kantornya atau sekolahnya. “Carpooling ini peluang bagi online maupun offline,” tandasnya.

Didi mengatakan, bentuknya bisa apapun. Misalkan angkot bisa menggarap angkot to school. “Harapannya teman-teman dari offline maupun online ikutan menggarap dengan membuat program. Segmentasinya kan beda-beda. Kita welcome, sangat menyambut baik,” ungkap Didi.

Carpooling merupakan rencana strategis dalam upaya mengatasi kemacetan di Kota Bandung, seperti yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ditentukan bahwa sharing kendaraan 25 persen menggunakan transportasi publik selama lima tahun ke depan.

“Dalam renstranya (rencana strategis) kami menambahkan bahwa yang dimaksud angkutan umum itu tidak hanya transportasi publik tapi juga carpooling atau transportasi bersama. Sekarang kan baru 17 persen. Sepintas memang kecil targetnya 8 persen lima tahun, tapi itu butuh effort besar,” tutupnya.

Komentar

Total Komentar