BANDUNG, infobdg.com – Berbicara tentang Bandung, pada masa kerajaan, Bandung merupakan sebuah kabupaten bernama Tatar Ukur. Tatar Ukur merupakan sebuah wilayah yang masuk dalam kekuasaan Kerajaan Timbanganten dengan ibu kota di Tegalluar.

Foto : ahmadsamantho.wordpress.com

Kerajaan Timbanganten ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda-Pajajaran. Semenjak pertengahan abad ke-15, kerajaan ini dipimpin oleh Prabu Pandaan Ukur, Dipati Agung, dan Dipati Ukur. Pada masa pemerintahan Dipati Ukur, Tatar Ukur meliputi sembilan wilayah dengan sebutan Ukur Sasanga.

Di akhir abad ke-15, Kerajaan Sunda di Pakuan diruntuhkan oleh Kesultanan Banten.  Sumedang Larang yang masih dalam kawasan Kerajaan Sunda menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Mataram sejak tahun 1620. Di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram, Dipati Ukur diangkat sebagai bupati wedana. Dipati Ukur memberontak kepada Mataram, namun berhasil ditangkap dengan bantuan empat kepala daerah bawahannya Dipati Ukur.

Setelah membantu menangkap Dipati Ukur, Ki Astamanggala diangkat menjadi bupati dengan gelar Tumenggung Wiraangunangun. Ia dihadiahi daerah kekuasaan di area Bandung Raya, kemudian membangun Krapyak (Sekarang Dayeuhkolot) sebuah tempat yang terletak di tepi sungai Ci Tarum dekat muara Ci Kapundung sebagai pusat pemerintahan. Ketika bupati dijabat oleh Wiranatakusumah II, pemerintah Hindia Belanda berencana untuk memudahkan pengontrolan ibu kota Kabupaten Bandung dengan dipindahkannya ke sisi Jalan Raya Pos.

Foto : Dudi Sugandi

Lahan yang dipilih oleh bupati untuk membangun kota itu adalah sebidang area hutan di tepi barat Sungai Cikapundung. Wilayah ini diresmikan sebagai ibu kota baru Kabupaten Bandung pada 25 September 1810.

Akibat meletusnya Gunung Gede, ibu kota Karesidenan Priangan dipindah dari Cianjur ke Bandung. Sejak menjadi ibu kota Karesidenan Priangan, Bandung makin bergeliat. Bandung ditetapkan menjadi gemeente (kotapraja) pada 1 April 1906.

Bandung sempat akan dijadikan pusat pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1917, dengan memulai rencana perluasan Kota Bandung. Beberapa kajian awal dibuat untuk membuat rancangan tata Kota Bandung. Lewat Wali Kota Bandung, perencanaan itu mendasari pembangunan fisik Kota Bandung yang lagi-lagi terpusat di bagian utara.

Seiring berjalannya waktu, batas-batas kota diperlebar, Cimahi sebuah kota dibangun sebagai sentra militer penyokong Bandung dengan beragam infrastruktur pemerintah beserta penyangganya didirikan. Rencana itu akhirnya gagal akibat depresi besar, kas negara seret untuk menjadikan Bandung jadi ibu kota Hindia Belanda.

Sumber: Medium.com

Komentar

Total Komentar