Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat: Penduduk Miskin Jabar Turun 171.000 Orang

By on July 3, 2012 | views: 914

BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2012 turun sekitar 171.100 orang atau menjadi 4,48 juta jiwa dari jumlah 4,64 juta jiwa pada Maret 2011 lalu.

Penurunan angka kemiskinan di Jawa Barat ini memberikan kontribusi 1/5 terhadap total penduduk miskin nasional sebanyak 1 juta orang.Saat ini, BPS Jawa Barat mencatat penduduk miskin mencapai 4.477.530 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.576.100 orang berada di perkotaan dan 1.901.430 orang di pedesaan. “Jumlah penduduk miskin turun dari 10,65% menjadi 10,09% dari jumlah penduduk Jabar saat ini,” jelas Kepala BPS Jabar Gema Purwana di Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, kemarin. Persentase penduduk miskin kota di Jabar 8,84% dari total penduduk perkotaan.

Jumlah tersebut cukup menggembirakan, lantaran pada Maret 2011 lalu, jumlah penduduk miskin di kota meningkat 304.160 orang atau naik 49,23% dari tahun 2010. Menurut Gema, penghitungan jumlah penduduk miskin tergantung garis kemiskinan (GK) di Jabar.Di mana,penduduk yang dikategorikan penduduk miskin adalah mereka yang memiliki pengeluaran rata-rata di bawah garis kemiskinan. Pada periode Maret 2012,nilai garis kemiskinan di Jabar sebesar Rp231.438 atau meningkat 5,15% dibandingkan garis kemiskinan periode Maret 2011 sebesar Rp220.098.

“Peningkatan garis kemiskinan dipengaruhi pergerakan harga-harga di tingkat konsumen (inflasi),”jelas dia. Komoditi makanan menyumbang peningkatan penduduk miskin, dibandingkan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan). Pengaruhnya mencapai 70,21% di perkotaan dan 75,89% di daerah pedesaan. Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jabar Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan, peningkatan garis kemiskinan perlu mendapat perhatian serius dari semua kalangan. Tingginya garis kemiskinan akan menentukan indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan.

Penurunan kedua indeks tersebut, mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan. “Penurunan kemampuan belanjamasyarakatdibawahgaris kemiskinan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok akan menyebabkan kenaikan jumlah penduduk miskin,”jelas dia. Menurut dia, jumlah masyarakat yang hampir miskin jumlahnya cukup banyak, meliputi pekerja informal. arif budianto

Komentar

Komentar

INFOBDG.COM