Bandung Larang Penggunaan Styrofoam, Ini Alternatif Penggantinya

62

BANDUNG, infobdg.com – “Per tanggal 1 November 2016, penggunaan Styrofoam untuk kemasan makanan/minuman akan dilarang di Kota Bandung.” ujar Wali Kota Ridwan Kamil dalam akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu. Bukan tanpa sebab, hal ini karena bungkus makanan tersebut merupakan salah satu penyumbang terbesar mampetnya sungai dan gorong-gorong.

r413_styrofoam__02202

Selain dilihat dari faktor lingkungan yang bisa menyebabkan saluran air menjadi tersendat, styrofoam ini juga memiliki kandungan kimia yang berbahaya bagi tubuh. “Styrofoam buat seblak itu ada kandungan kimiawi yang kalo nguap bisa kanker. mau?” kicauan Kang Emil dalam akun twitternya.

Dikutip dari galamedianews.com, Pemkot Bandung juga akan mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan bungkus makanan ini. “Styrofoam ini kan memang sifatnya spesifik, jadi dasar-dasar hukumnya ada di Perda K3 (kebersihan, ketertiban dan keindahan) No 11 tahun 2005, serta Undang-undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan. Tapi sifat pelarangannya lebih pada imbauan dari Wali Kota” ujar Wali Kota berkacamata ini di Balai Kota Bandung.

a1748bc5-d08d-40f6-9d71-3c11c1e59416

Untuk mengurangi penggunaan Styrofoam, Wargi Bandung yang memiliki usaha makanan bisa menggunakan kemasan ramah lingkungan. Untuk makanan cair, jika makan ditempat bisa dengan piring kemudian diatasnya menggunakan daun pisang. Sedangkan untuk makanan yang dibungkus, bisa memakai cup dari kertas yang tebal atau kertas nasi. Untuk pembeli bisa membawa tempat makan sendiri, supaya mengurangi juga sampah yang dihasilkan.

Photo: Twitter @ridwankamil | kspprints.com | Detik.com

Komentar

Total Komentar