BANDUNG, infobdg.com – Bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan pada 10 November tahun ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat menawarkan bebas denda pajak kendaraan (amnesti) untuk semua tunggakan pajak dan diskon pajak kendaraan (menunggak 5 tahun atau lebih) pada pembayaran periode 10 November hingga 10 Desember 2019.

Ada kabar baik nih bagi Wargi Bandung yang telat membayar Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB. Wargi Bandung bisa menjadi pahlawan pembangunan daerah dengan mengikuti program Double Untung 10-10.

Sesuai penuturan Kepala Bapenda Jabar Hening Widiatmoko, program Double Untung 10-10 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar taat membayar pajak tepat pada waktunya.

“Ini kami tujukan untuk yang menunggak pajak dalam jangka waktu cukup panjang, lima tahun atau lebih. Dendanya dihilangkan, bahkan bayarnya dikurangi cukup empat tahun pokok pajak. Tahun kelima tidak perlu bayar karena kami bebaskan pokoknya,” kata Hening, dalam  acara JAPRI (Jabar Punya Informasi) di Gedung Sate, Bandung, Jumat (8/11).

Hening meneruskan, pihaknya membuat program ini sebagai upaya untuk menyadarkan para penunggak pajak, bahwa membayar pajak tepat waktu lebih baik karena tidak perlu dibayang-bayangi ketakutan dan bayar denda. Meskipun begitu, Hening mengingatkan masyarakat untuk tetap wajib mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang berlaku lima tahun.

“Dia harus urus STNK baru dengan datang ke kantor induk dan bayar untuk yang ke depan. Jadi yang ke belakang ini yang diberi pengampunan. Ini diharapkan menjadi daya tarik bagi yang menunggak pajak cukup lama, yang berpikir tunggakannya sangat besar. Semoga ini bisa digunakan agar surat izin kendaraannya (STNK) bisa dihidupkan kembali,” tuturnya .

Selain itu, Hening mengatakan program Double Untung 10-10 yang bertepatan dengan perayaan Hari Pahlawan ini juga sekaligus kampanye untuk menjadikan masyarakat taat pajak sebagai pahlawan bagi daerahnya.

“Di masa lalu, pahlawan adalah orang yang berjuang untuk kemerdekaan. Tapi kini, pahlawan adalah orang yang berbuat baik untuk negerinya, untuk Tanah Air. Caranya macam-macam, warga biasa yang punya kendaraan bermotor bisa jadi pahlawan jika membayar PKB tepat waktu,” ujar dia.

“Artinya, dia sadar bahwa uang pajak dibayar untuk membangun daerahnya. Bapenda Jabar tentu berharap 10 November nanti dimaknai bahwa pahlawan hari ini adalah pahlawan bagi mereka yang membayar PKB tepat waktu,” lanjut Hening.

Tawaran amnesti denda pajak dan diskon pajak dalam program Double Untung 10-10 ini bisa Wargi Bandung dapatkan melalui semua pelayanan Bapenda Jabar termasuk pembayaran Samsat J’Bret (Samsat Jawa Barat Ngabret) melalui aplikasi belanja online seperti Tokopedia dan Bukalapak, gerai minimarket Alfamart dan Indomaret, dan Bank BJB.

“Satu syarat, kalau STNK sudah mati, tetap datang untuk urus STNK ke depan. Jangan sampai (pajak) sudah dibayar, tapi tidak diurus karena (proses) belum lengkap, sekalian urus STNK,” imbau Hening.

Bagi Bapenda Jabar, program Double Untung 10-10 ini pun bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui PKB. Selain itu, program ini diharapkan semakin mendorong penggunaan Samsat J’Bret sebagai layanan pembayaran pajak yang diluncurkan pada Januari 2019 lalu.

“Setelah Januari kemarin, kami hitung PKB yang dibayarkan lewat online melalui Samsat J’Bret, itu ternyata antusiasme masyarakat luar biasa. Tahun 2018 ada e-Samsat lewat bank atau ATM (pendapatan) hanya Rp 114 miliar sepanjang tahun,” terang dia.

Sejak adanya Samsat J’Bret via aplikasi online dan gerai modern, valuasi yang didapatkan luar biasa. Terlebih hingga Oktober 2019 valuasinya sudah mencapai hampir Rp 400 miliar.

“Kami hitung sampai Desember bisa mencapai Rp 500 miliar. Jadi memang ada kemudahan untuk membayar pajak, kecuali yang lima tahun atau lebih,” imbuhnya.

Jawa Barat sendiri telah meluncurkan mekanisme Elektronik Samsat atau E-Samsat pada 2014. Hening berharap, provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia ini bisa menjadi motor bagi provinsi lain dalam hal pembayaran pajak kendaraan.

“Kita beruntung karena infrastruktur di Jabar bagi pelayanan publik melalui IT sangat bagus. Ke depan, kami akan terus mencari inovasi agar masyarakat merasa semakin mudah membayar pajak,” tandasnya.

Komentar

Total Komentar