BMKG: Begini Cara Sederhana Mitigasi Bencana Bandung

22

BANDUNG, infobdg.com – Jawa Barat memiliki potensi gempa bumi yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang harus diantisipasi, karena ancaman gempa bumi tidak bisa dihindari. Untuk itu masyarakat Jawa Barat, khususnya Wargi Bandung harus bersama-sama melakukan upaya pengurangan resiko gempa bumi, mengingat Jawa Barat memiliki sumber gempa utama, salah satunya adalah patahan atau sesar Lembang.

Seperti imbauan yang disampaikan oleh Kepala Stasiun Geofisika (BMKG) Bandung, Tony Agus Wijaya, bahwa masyarakat di Bandung Raya harus merespon informasi mengenai potensi gempa bumi di Jawa Barat secara proporsional. Tidak untuk dibesar-besarkan, namun juga tidak melupakan atau mengaggap tidak ada kemungkinan gempa bumi bisa terjadi.

“Yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan diri, beradaptasi, kemudian juga melakukan langkah-langkah pengurangan resiko.” Kata Tony, saat ditemui pada Kamis (4/10), dalam sesi wawancaranya bersama infobdg.com.

Tony menjelaskan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa masyarakat, khususnya Wargi Bandung lakukan untuk upaya mitigasi ini. Pertama, yang harus dibenahi adalah interior rumah. Misalnya, benda-benda yang berat sebaiknya diletakkan di bawah sehingga tidak mudah jatuh saat terjadi gempa.

Kemudian, bersama-sama dengan keluarga maupun rekan di lingkungan sekolah ataupun kerja, untuk merencanakan jalur evakuasi menuju tempat terbuka terdekat guna menghindari reruntuhan bangunan.

Apabila Wargi Bandung sedang ada di gedung bertingkat dan sulit menemukan jalan keluar, Wargi Bandung perlu melindungi tubuh dari reruntuhan bangunan dengan berlindung di tempat-tempat yang kokoh seperti di bawah meja atau di sekitar kerangka bangunan sampai getarannya selesai, lalu keluar dengan tertib.

Terakhir, setiap minimal satu tahun sekali Wargi Bandung wajib melakukan simulasi gempa bumi, sehingga saat itu terjadi Wargi Bandung tidak merasa panik dan sudah tahu harus berbuat apa karena sudah berlatih. Dengan melakukan langkah mitigasi ini, resiko yang ditimbulkan oleh gempa bumi bisa dikurangi sekecil mungkin, serta dampaknya bisa ditekan seminimal mungkin.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau satu sektor tapi seluruhnya, seluruh masyarakat baik dari dunia swasta, masyarakat, pendidikan, bersama-sama kita melakukan langkah-langkah mitigasi dari yang kecil dulu nanti bertahap sehingga kita siap dan resiko bencana bisa kita kurangi sekecil mungkin.” Jelas Tony. (Arini M)

Komentar

Total Komentar