BANDUNG, infobdg.com – Jawa Barat saat ini sudah memasuki musim kemarau, di mana potensi kekeringan pada musim ini sangat besar. Namun begitu, musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali.

Ditegaskan oleh Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya, bahwa musim kemarau yang identik dengan kekeringan ini tetap memiliki curah hujan, namun dengan intensitas yang sedikit.

Advertisement

“Kemarau bukan berarti tidak ada hujan. Kemarau tetap ada hujan, tetapi curah hujannya lebih sedikit. Kalau secara kategori itu kurang dari 50mm per des,” terang Tony, ditemui Infobdg di BMKG Kota Bandung, Kamis (11/7).

Tony mengungkapkan, musim kemarau ini akan berlangsung hingga bulan Oktober 2019, dengan puncak kemarau pada bulan Agustus. Intensitas hujan menuju Agustus akan semakin ringan, kemudian setelah Agustus, intensitas hujan akan meningkat perlahan menuju musim hujan di bulan Oktober.

Menyiasati curah hujan yang sedikit ini, Tony mengimbau kepada masyarakat khususnya Wargi Bandung untuk menampung air hujan yang turun karena pemanfaatan air di musim ini sangat dibutuhkan.

“Curah hujan yang sedikit ini alangkah bijaknya kalau kita tampung, jangan dibiarkan air hujan lewat begitu saja, tapi ditampung atau diresapkan, atau dimanfaatkan jangan sampai dilewat,” tegasnya.

Previous articleHari Pertama Rekayasa Lalin Sukajadi, Beberapa Titik Macet Parah
Next articleEmil Bahas Rencana Pembangunan Jawa Barat Tahun 2020