BANDUNG, infobdg.com – Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) untuk menanggulangi penyakit demam berdarah (DBD) di Kota Bandung sudah mulai digalakkan, salah satunya di Kecamatan Kiaracondong, lewat program 1 rumah 1 kader juru pemantau jentik (Jumantik).

Foto: Humas Kota Bandung

Kader Jumantik yang didominasi oleh ibu-ibu ini berkumpul di Kantor Kecamatan Kiaracondong pada Jumat (8/3) untuk mendapatkan pengarahan sekaligus mengukuhkan komitmennya untuk memberantas jentik nyamuk di Kecamatan Kiaracondong.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung menyatakan, kader-kader jumantik ini akan lebih intensif melakukan gerakan di lingkungan rumahnya masing-masing dengan beragam upaya mencegah keberadaan dan perkembangan dari jentik nyamuk yang selama ini menjadi penyebab utama DBD.

“Mereka di rumah masing-masing akan memeriksa jentik nyamuk, membersihkan genangan air, membersihkan sampah agar nyamuk tidak betah lagi. Jadi 1 kader 1 rumah,” kata Oded, usai deklarasi Gertak PSN di Kantor Kecamatan Kiaracondong, Jumat (8/3).

Foto: Humas Kota Bandung

Oded menjelaskan, Kecamatan Kiaracondong merupakan salah satu daerah dengan kasus DBD yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada Maret ini, terdata sebanyak 75 kasus DBD terjadi di Kiaracondong. Oleh karena itu Oded berharap, program “1 rumah 1 kader jumantik” ini tidak hanya deklarasi saja, namun harus pula diiringi dengan semangat penerapan di setiap rumah untuk melindungi diri dari bahaya DBD, mulai dari lingkungan keluarganya masing-masing.

“Ini merupakan ide kreatif dari Kecamatan Kiaracondong ketika melihat kondisi hari ini banyak pasien kasus DBD. Sangat luar biasa begitu tanggap masyarakat, bahkan mereka membangun deklarasi 1 rumah 1 kader jumantik serta ada tujuh tatanan dan luar biasa kolaborasinya,” jelasnya.

Oded berharap, gerakan ini bisa diikuti oleh seluruh kecamatan lain di Bandung guna memberantas keberadaan jentik nyamuk. Karena data terbaru hingga Februari 2019 sudah terdeteksi 365 kasus DBD di Kota Bandung.

Komentar

Total Komentar