BANDUNG, infobdg.com – Manna Healthy Bakery memang masih nama baru di dunia kuliner Jakarta. Namun, siapa sangka kalau bisnis roti ini kini cukup terkenal juga di Bali, dan akan segera hadir di Kota Bandung pada Februari 2020 mendatang.

Foto: Grab Indonesia

Manna Healthy Bakery telah berjalan selama satu tahun lebih. Manna yang memiliki arti “roti dari surga” ini memiliki 65 varian menu. Uniknya, seluruh menu roti di sini bergaya Eropa dan merupakan hasil riset dari produksi asli pemiliknya, Jenny (25).

Membangun bisnis bagi Jenny bukanlah hal yang mudah, terlebih dirinya tak punya latar belakang tentang ini. Sebagai ibu rumah tangga, ia hanya ingin tetap produktif dengan memulai bisnis. Tak langsung berjalan mulus, banyak bisnis yang dimulai Jenny mulai dari bisnis buah-buahan, hingga baju secara online namun masih kurang beruntung.

Memiliki hobi membuat roti dan kue lantas menjadi cikal bakal berdirinya Manna Healthy Bakery. Awalnya, Jenny hanya membagikan produk buatannya kepada teman-temannya di tempat gym.

“Awalnya cuman sekedar bagi-bagi, ternyata bakery-nya banyak yang suka bahkan sampai ada yang ngidam, maksa pada dibuatkan. Akhirnya saya bikinin, saya upload di Instagram, eh responnya banyak banget,” tutur Jenny.

Roti dan kue produksi Jenny ini berbeda dari yang lain. Ia membuat produknya dengan bahan baku berkualitas premium, serta mengedepankan unsur kesehatan bagi para konsumen.

“Bahan-bahan adonan roti dan kuenya rendah gula dan tidak menggunakan bahan pengawet, sangat bermanfaat buat pembeli. Jadi kualitas kami premium,” terangnya.

Foto: Grab Indonesia

Bisnis bakery ini mulai difokuskan pada akhir 2018 lalu, dan masih tergolong usaha rumahan. Tak langsung dikenal, banyak pula dinamika yang terjadi mulai dari kurangnya tenaga, banyaknya masukan dari pelanggan, hingga gangguan produksi.

Salah satu masalah yang dihadapi adalah pengiriman roti dan kuenya kepada para pelanggan. Dulu, Jenny sempat memiliki kurir pribadi. Namun, karena pesanannya
banyak dan pengirimannya tidak hanya ke satu tempat, akhirnya sejumlah pelanggan komplain karena roti yang dikirim sangat telat. Dari kejadian itu akhirnya Jenny memutuskan untuk bekerja sama dengan GrabExpress.

“Karena kejadian itu, kami memutuskan menggunakan GrabExpress untuk menjaga kepuasan pelanggan. Sejauh ini, bakery yang dikirim aman. Cepat juga nyampenya,” beber Jenny.

Fitur favorit Jenny adalah Multidestinasi, dimana dia bisa mengirim hingga 5
alamat berbeda dalam satu pemesanan. Ia pun mengatakan kiat-kiat agar usahanya terus bertahan.

“Pertama, kita awalnya kan usaha kecil-kecilan. Kalau mau produk laku, kita harus siap rugi. Tapi, saat-saat itu justru orang-orang sedang mengenali produk kita. Kedua,kita harus berani bikin menu baru. Balik lagi, bikin menu baru kan butuh biaya. Nah, disana kesabaran benar-benar diuji,” imbuh dia, sambil tertawa.

Kini, bisnis Jenny telah dibantu oleh 7 pegawai. Dalam sehari, Manna Healthy
Bakery bisa memproduksi lebih dari 100 roti dan 20 kue. Jenny berharap para pelanggannya semakin senang dan loyal, terlebih nanti setelah membuka gerai di Bandung. Ia ingin terus menciptakan kreasi-kreasi yang disukai banyak orang.

“Sekarang setelah setahun, saya sudah tahu pola berbisnis secara online. Nanti ketika buka toko, saya akan belajar lagi (berbisnis melalui toko offline) dari awal,”
pungkasnya.

Jenny adalah satu dari 5 juta wirausahawan mikro yang mampu mengembangkan usahanya setelah tergabung dalam platform Grab Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) tahun 2018, mitra merchant yang bergabung dengan GrabFood rata-rata melihat peningkatan penjualan sebesar 25% dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 11 juta/bulan.

Khusus di Kota Bandung, data menunjukkan Grab berkontribusi sebesar Rp 10.1 triliun pada tahun 2018. Kontribusi terbesar dihasilkan oleh GrabBike dengan nilai Rp 4,59 triliun, yang selanjutnya disusul oleh GrabFood dengan nilai kontribusi sebesar Rp 3,76 triliun.

Komentar

Total Komentar