BANDUNG, infobdg.com – Tahun ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati mendapatkan bantuan berbentuk pembiayaan untuk pembangunan gedung kuliah terpadu dan gedung laboratorium terintegrasi MIPA. Prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada Rabu (17/7), di kawasan Kampus UIN Sunan Gunung Djati, Jalan Soekarno Hatta, Bandung.

Prosesi groundbreaking pembangunan sarana dan prasarana perkuliahan di UIN SGD ini dilakukan oleh jajaran dari Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan NasionaI/Bappenas, serta Rektor UIN Sunan Gunung Djati.

Pembangunan ini dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk Negara). Tahun ini merupakan kali ketiga pembiayaan SBSN diberikan untuk pembangunan gedung perkuliahan di UIN SGD dengan alokasi dana sebesar 30 miliar rupiah.

Pembiayaan SBSN untuk gedung perkuliahan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini sudah rutin dilakukan sejak 2015 lalu, dengan akumulasi nilai pembiayaan hingga 2019 mencapai 4,80 triliun rupiah. Sebanyak 55 PTKIN telah mendapatkan pembiayaan dari SBSN secara bergantian setiap tahunnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Pengelola Risiko Kementerian Keuangan, Dr. Luky Alfirman mengatakan, SBSN merupakan bentuk nyata dukungan dari pemerintah pusat dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia, terutama di wilayah Bandung.

“Kami di pemerintah pusat itu bekerja sama dengan Menteri Keuangan dan Bappenas merancang program bagaimana kita mengembangkan sumber daya manusia dalam bentuk pembangunan gedung kampus untuk mendukung pendidikan tinggi di Indonesia,” pungkas Luky, usai prosesi groundbreaking.

Melalui dana bantuan SBSN, Luky berharap bisa mempercepat proses pembangunan nasional, khususnya dalam upaya meningkatkan kecerdasan anak bangsa dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan infrastruktur sektor pendidikan, kesehatan, dan perhubungan.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., menyampaikan, pihaknya sangat gembira dengan terpilihnya kembali kampus UIN sebagai penerima dana SBSN. Menurutnya, hal ini sangat berpengaruh pada animo masyarakat untuk berkuliah di UIN Sunan Gunung Djati.

“Ini kebahagiaan yang luar biasa, karena UIN Sunan Gunung Djati bisa membangun kembali gedung perkuliahan dan laboratorium melalui dana SBSN yang kita tahu pada tahun-tahun sebelumnya itu mampu mendongkrak animo masyarakat untuk kuliah di sini,” ucapnya.

Rencananya, gedung perkuliahan melalui dana bantuan SBSN ini akan dibangun 4 lantai dengan luas 2.500 m2 di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati, Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Dengan terealisasikannya pembangunan gedung ini, H. Mahmud berharap bisa mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih unggul dan kompetitif sehingga mampu melahirkan lulusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati dengan kualitas tinggi, berdaya saing, serta profesional.

Komentar

Total Komentar