BANDUNG, infobdg.com – Dinas Kesehatan Kota Bandung luncurkan aplikasi yang bisa mendeteksi lokasi ambulans yang dibutuhkan bernama Bandung Emergency Application Support (Beas). Aplikasi tersebut sudah bisa Wargi Bandung unduh melalui Play Store.

Foto: Humas Kota Bandung

“Caranya telusuri Dinas Kesehatan, lanjut scroll ke bawah, nanti akan muncul aplikasi Beas,” kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, yang hadir langsung dalam acara peluncuran aplikasi Beas, Rabu (27/11).

Oded, sapaan akrab Wali Kota Bandung itu mengatakan, Pemkot Bandung hingga kini terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada warga, salah satunya dengan melahirkan berbagai inovasi di bidang teknologi.

“Tahun 2014 lalu, kita meluncurkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) sebagai sistem pelayanan kesehatan kegawatdaruratan dengan terintegrasi menggunakan call 119,” ujar Oded.

Menurut Oded, Beas akan mampu memudahkan warga Bandung untuk memantau posisi ambulans yang sedang dibutuhkan, termasuk memudahkan petugas untuk mengetahui titik kordinat pelapor.

“Inovasi tujuannya mempermudah pelayanan, sehingga mendapatkan respon positif dengan baik,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita, turut mendampingi Oded meluncurkan aplikasi Beas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita pun mengatakan, tujuan aplikasi ini tak lain untuk menghapus kendala yang sering terjadi di lapangan.

“Selama ini Tim Layad Rawat beroperasi terdapat kendala, salah satunya lama mencari alamat. Dengan adanya ini (aplikasi Beas) bisa mempermudah pemohon mengetahui ambulans sampai mana, di situ bisa terlihat,” ungkapnya pada wartawan.

Untuk dapat merasakan layanan Beas, Wargi Bandung bisa download terlebih dahulu aplikasi Dinas Kesehatan, Beas baru bisa di-download pada tombol SOS di aplikasi Dinas Kesehatan.

“Setelah ditekan tombol SOS akan terlihat lokasi ambulansnya. Petugas juga akan tahu alamat pasiennya,“ lanjut Rita.

Selain untuk mengetahui lokasi, aplikasi Beas diharapkan bisa memberikan respon time lebih cepat bagi warga.

Respon time nya itu sekitar 30 menit. Dengan ini bisa berkurang tergantung kasusnya. Kita targetkan yang memiliki smart phone itu bisa mengunduh aplikasi ini. Kita memiliki memiliki 13 mobil, 17 motor dan 4 sepeda,” katanya.

Aplikasi Beas ini rencananya akan segera disosialisasikan di media sosial, media elektronik, radio, juga ke sekolah dan hotel-hotel di Kota Bandung.

Komentar

Total Komentar