BANDUNG, infobdg.com – Menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H, stok pangan segar dipastikan tersedia dengan aman di pasaran dengan harga yang relatif stabil. Oleh karenanya, Pemkot Bandung mengimbau masyarakat agar tidak “panic buying“.

Plt. Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Iim Dewi Mulyani menuturkan Disdagin Bandung selalu memantau harga dan ketersediaan 22 komoditas utama termasuk gas elpiji 3 kg. Pemantauan tersebut dilakukan di 33 pasar tradisional dan 61 pasar modern. Terlebih, pasca kenaikan harga bawang putih di awal Ramadan lalu, pihaknya semakin memperketat pengawasan.

Iim menyebutkan, pihaknya telah beberapa kali mengintervensi harga dengan menggelar operasi pasar dan bazar murah di beberapa lokasi demi menstabilkan harga pasar.

“Sekarang harga sudah stabil. Lonjakan tidak signifikan, kecuali menjelang Idul Fitri. Masyarakat akan mengonsumsi lebih dari biasanya. Dengan pasokan dari Dispangtan (Dinas Pangan dan Pertanian) insya Allah aman,” tutur Iim, dalam gelaran Bandung Menjawab belum lama ini.

Foto : Humas Pemkot Bandung

Sementara itu, Kepala Bidang Keamanan Pangan Dispangtan Kota Bandung, Ermariah. memastikan keamanan pasokan sejak sebelum Ramadan. Ia mengaku telah menemui pemasok bahan pangan terutama pangan segar untuk memastikan ketersediaan pasokan di Kota Bandung.

“Kami sudah ke Ciamis menemui peternak ayam yang biasa memasok ke Kota Bandung guna memastikan bisa menyediakan kebutuhan untuk lebaran. Kami juga sudah menemui ‘feedloater’ dan pemasok telur di Blitar,” terang Ermariah.

Antisipasi Dispangtan difokuskan terhadap ketersediaan 3 komoditas yaitu ayam, daging sapi, dan telur. Setiap tahunnya permintaan komoditas ini melonjak naik menjelang lebaran. Rumah Potong Hewan (RPH) yang biasanya memotong daging ayam 60-80 ekor perhari sudah siap memotong sekitar 240 ekor perhari menjelang lebaran. Hal yang sama berlaku juga untuk pemotongan sapi.

“Permintaan telur paling tinggi, karena kalau di Kota Bandung banyak industri kue, jadi untuk membuat kue. Hari ini harganya berkisar Rp 23.000-24.000 per kilo. Itu masih wajar,” ungkapnya.

Di sisi lain, pasokan daging Kota Bandung juga diamankan dengan adanya impor daging sapi dari Australia dan kerbau dari India. Dengan cara tersebut, harga daging diharapkan tidak akan melonjak terlalu tinggi.

“Dari segi harga untuk daging sapi tidak perlu khawatir. Karena pasokannya cukup. Ditahan harganya oleh daging sapi impor, dan kerbau impor,” imbuhnya.

Saat ini, harga daging sapi segar berkisar antara Rp 110.000-120.000 per kilogram. Sedangkan daging beku sapi dijual seharga Rp 100.000 dan daging kerbau Rp 80.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam masih berada di angka Rp 34.000-36.000.

Komentar

Total Komentar