Duh, Banjir di Kab Bandung Kian Parah

By on April 9, 2013 | views: 204
Kawasan Banjir

Kawasan Banjir

 

INILAH.COM, Bandung – Banjir akibat luapan Sungai Citarum yang melanda Kabupaten Bandung semakin meluas. Kini banjir melanda enam kecamatan, yaitu Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, Ketapang, Majalaya, dan Rancaekek.

Ribuan korban banjir berusaha mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banjir juga menyebabkan satu orang korban jiwa, karena tenggelam di Sungai Cikapundung Lama.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan, banjir semakin meluas dan tambah parah. Enam kecamatan dilanda banjir, setelah hujan deras terus mengguyur Kabupaten Bandung sepanjang hari Minggu (7/3).

“Air Sungai Citarum bertambah naik setelah diguyur hujan. Kenaikan banjir sekita 60 centimeter hingga lebih dari dua meter di beberapa lokasi. Banjir paling parah di Baleendah dan Dayeuhkolot,” ujarnya, Senin (8/3).

Marlan mengatakan, banjir juga menyebabkan arus lalu lintas terhambat, karena beberapa ruas jalan seperti Jalan Dayeuhkolot dan Jalan Banjaran – Baleendah terputus. Ketinggian air mencapai 70 centimeter.
Akibatnya kemacetan terjadi di mana-mana. Seperti di Jalan Raya Bojongsoang yang dipadati kendaraan roda empat dan roda dua.

“Macet total, karena jalan yang menuju Baleendah atau ke Majalaya hanya lewat situ,” katanya.

Banjir juga menyebabkan satu orang korban jiwa. Mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di Sungai Cikapundung. Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Edi Suwandi mengatakan, mayat ditemukan sekitar pukul 07,00 WIB.
Ciri-ciri yang bisa dikenali adalah mayat menggunakan kaos hitam lengan panjang dan celana pendek warna merah. Mayat tersebut diperkirakan berumur sekitar 40 tahun.

“Kondisinya kemungkinan sudah lebih dari satu hari. Diperkirakan tenggelam, karena tidak ditemukan luka-luka di tubuhnya,” ujarnya.

Edi mengatakan, petugas sempat kesulitan untuk melakukan evakuasi, karena di lokasi kejadian banjir sangat besar. Evakuasi dibantu dari Tagana Kabupaten Bandung dengan menggunakan perahu karet. Proses evakuasi dilakukan sekitar 30 menit. Mayat pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung. Dari keterangan warga sekitar, belum ada yang mengenali mayat tersebut.

“Kami belum bisa memastikan apakah mayat tersebut warga sekitar sini atau dari luar, karena warga belum ada yang mengetahui,” ujarnya.

Banjir juga membuat ribuan warga mengungsi. Di Dayeuhkolot, pengungsi mencapai 3.976 jiwa. Pengungsi tersebar di 20 titik pengungsian, di antaranya Kantor Kecamatan Dayeuhkolot, Kantor Desa Citeureup, Kantor PLN Rayon Dayeuhkolot, Masjid As-Shofia, dan Gereja Dayeuhkolot.

“Jumlah pengungsi semakin bertambah. Kemungkinan akan terus bertambah, karena ada dari warga di luar Dayeuhkolot mengungsi di sini,” terang Kepala Seksi Sosial dan Budaya Kecamatan Baleendah, Sri Krisnawati.

Sri mengatakan, membeludaknya pengungsi di Kecamatan Dayeuhkolot, diperparah dengan terputusnya hampir semua akses ke Dayeuhkolot. Akibatnya, Kecamatan Dayeuhkolot terisolir.
Bantuan pun terpaksa harus diangkut menggunakan perahu karet. Untuk mengantisipasi kebutuhan makanan pengungsi dan korban banjir, akan didirikan dapur umum khusus pengungsi di Kecamatan Dayeuhkolot.

“Sore ini akan didirikan dapur umum, karena kondisinya terisolir. Bantuan pun terhambat masuk ke Dayeuhkolot, karena akses terputus semua,” ujarnya. [ito]

sumber: inilahkoran.com

Komentar

Komentar

INFOBDG.COM