BANDUNG, infobdg.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Jabar menemukan 150 ton bawang putih yang ditimbun oleh importir di Karawang. Hal ini membuat harga bawang putih relatif turun.

Berdasarkan pemantauan Disdagin Bandung di 8 pasar tradisional Kota Bandung menunjukkan bahwa harga komoditas bawang putih yang semula Rp 56.000-60.000 per kg, kini menjadi Rp 50.000 per kg.

“Sudah turun rata-rata Rp 10.000 di Kota Bandung. Lumayan. Karena kemarin melonjak cukup signifikan, naik 100% dalam waktu seminggu,” beber Kadisdagin Kota Bandung, Eli Wasliah, Jumat (14/2), di Balai Kota Bandung.

Eli mengatakan, salah satu importir yang melakukan penimbunan hingga 150 ton itu diduga memanfaatkan isu penyebaran virus Corona untuk memanipulasi distribusi bawang putih yang 90% memang diimpor dari Cina. Padahal, stok untuk Kota Bandung seharusnya masih aman sampai Maret 2020 mendatang.

“Kemarin Disperindag Jabar dengan Satgas Pangan Jabar menemukan ada importir menimbun bawang putih, disidak 150 ton yang disimpan di gudang Karawang Timur. Itu yang seharusnya keluar November, karena itu kuota 2019,” ungkapnya.

Eli menegaskan, isu virus Corona tidak menjadi alasan terhambatnya impor produk holtikultura, karena komoditas tersebut tidak dilarang. Pelarangan impor dari Cina hanya berlaku pada hewan hidup yang berpotensi menularkan penyakit.

“Keran impor bawang putih dan hortikultura masih diizinkan impor dari Cina, yang disetop itu hewan hidup yang dianggap bisa menularkan virus. Kalau yang lainnya tidak berpotensi menularkan,” tandas dia.

Komoditas bawang putih menjadi salah satu yang terpenting di Kota Bandung, di mana 90% nya memang diimpor dari Cina. 10% sisanya menggunakan varietas lokal yang tidak sama secara kualitas.

“Bawang putih itu termasuk tumbuhan yang hidup di iklim subtropis. Kalau di Indonesia kan tropis, jadi pertumbuhannya pasti tidak optimal,” terang Eli.

Untuk sehari, Kota Bandung membutuhkan 93 ton bawang putih. Tingginya kebutuhan tersebut membuat Kota Bandung menjadi barometer harga yang terus dipantau hingga oleh pemerintah pusat.

“Apalagi di Kota Bandung penduduknya banyak, dan jadi tujuan wisata kuliner,” tukasnya.

Sementara untuk komoditas pangan lainnya, Eli melanjutkan, harganya masih relatif normal. Hanya ada sedikit kenaikan pada komoditas cabai rawit merah yang kini mencapai Rp 82.500 per kg, dan cabai keriting Rp 68.000-Rp 70.000 per kg.

“Itu biasanya karena musim hujan. Jadi lebih tinggi kadar airnya sehingga lebih cepat busuk. Biasanya juga karena ada gangguan hama dan kegagalan panen,” tutup Eli.

Komentar

Total Komentar