5:31 pm - Thursday May 23, 2013

Is It Internet Doomsday on July 9th 2012?

Written by 04/07/2012 | views: 5,705

sumber : http://isalhackerinside.blogspot.com

 

Internet doomsday atau kiamat internet pada 9 Juli 2012. Istilah ini ramai diperbincangkan di media-media, baik lokal maupun internasional. Internet tidak akan dapat diakses secara serentak pada tanggal tersebut karena–kabarnya–FBI akan menonaktifkan semua jaringan internet. Sebabnya adalah virus trojan bernama “DNS Changer”, virus buatan orang Estonia.

Virus DNS Changer ini sudah menginfeksi 4 juta komputer di 100 negara. Dengan mengarahkan browser yang terinfeksi pengguna tanpa disadari, DNSChanger mampu mengirim lalu lintas ke situs tertentu dan berhasil mengumpulkan lebih dari $ 14 juta pendapatan iklan palsu.

Di bulan April lalu, terdapat kabar bahwa internet dunia akan mati pada tanggal 9 Juli mendatang. Hari ini adalah tanggal 4 Juli dan merupakan 5 hari terakhir sebelum ‘hari kiamat internet’ terjadi.
5 hari dari sekarang, semua komputer yang terinfeksi dan terhubung dengan internet tidak dapat mengakses email, Facebook, Twitter, YouTube atau segala alamat di internet.

Benarkah kabar tersebut? Ini yang paling penting.

Pertama, isu kiamat-kiamatan atau faham apokaliptik pada tahun 2012 ini banyak ditemui, dari adanya kepercayaan dunia akan kiamat pada tahun 2012 hingga kiamat internet pun pada tahun 2012. Isu kiamat adalah isu yang sangat “menjual” atau “seksi” karena bersifat wah, kepentingan orang banyak.

Kedua, mengenai keberadaan virus tersebut adalah betul adanya. FBI sendiri pada Oktober 2011 sudah menangkap enam orang asal Estonia penyebar virus DNS Changer tersebut. FBI lalu melancarkan operasi yang disebut dengan Operation Ghost Click. FBI bekerjasama dengan Internet System Consortium (ISC) untuk memulihkan 4 juta server yang terinfeksi–1 juta di antaranya adalah server di Amerika Serikat. Server baru akan dionlinekan dan butuh waktu 1 hari untuk tidak aktif yaitu tanggal 8 Maret 2012. Harusnya internet doomsday bukan tanggal 09 Juli 2012 tapi 8 Maret 2012.

Ketiga, FBI sendiri belum pernah menyebut operasinya dengan Internet Doomsday. Mathew Gross dan Mel Giles, analis dan pakar Media Criticism, menyebutkan bahwa mereka pernah mengontak langsung kantor FBI untuk menanyakan hal ini. Petugas kantor pusat FBI mengatakan, bahwa mereka belum pernah menyebut istilah Internet doomsday. Simak tulisan dari Mathew Gross dan Mel Giles berikut:

“We called the FBI Press Office to ask them why they were trying to frighten people with their overheated rhetoric about “doomsday.” Didn’t they know that small children also used the Internet, and might be haunted by nightmares of never feeding their Moshi Monsters again? “I don’t think we’ve ever used that word,” the press officer who answered at FBI headquarters assured us. “We’ve never called it ‘Internet doomsday.’ (sumber: Media Criticism linknya di sini).

Keempat, hal paling penting adalah bagaimana kita bisa mengetahui komputer kita terinfeksi virus trojan DNS Changer atau tidak? Ini caranya. Silahkan akses http://www.dns-ok.us/ :

source : http://www.dns-ok.us/

 

Jika latar gambar di layar Anda merah (red) maka komputer Anda terinfeksi. Namun jika latar gambar hijau (green) maka komputer Anda bersih.

Menurut Msn.com, FBI menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas penonaktifan internet pada tanggal 9 Juli mendatang. FBI menyebut hari tersebut dengan sebutan Internet Doomsday atau hari kiamat internet.
Mengapa FBI ingin mematikan internet pada tanggal 9 Juli? Hal tersebut dikarenakan laporan sebuah serangan trojan yang akan menyapu bersih semua jaringan internet dunia seperti tsunami.

Trojan yang bernama DNSCharger Trojan tersebut merupakan ciptaan dari cybercriminal dari Estonia. Trojan ini akan menginfeksi semua PC berbasis Windows dan Mac serta merusak router yang terhubung dengan internet.
Sekarang ini menurut catatan Internetidentity.com, terdapat 4 juta komputer dan router yang terhubung dengan internet.

Dilansir juga dari situs www.msnbc.msn.com, Senin (2/7), serangan malware DNSChanger diperkirakan bakal menginfeksi komputer Senin pekan depan. Alhasil, jika itu terjadi, sambungan internet komputer bakal terputus.
Meski begitu hal itu baru perkiraan lantaran belum terdeteksi ancaman langsung dari serangan itu.

Biro Penyelidik Federal (FBI) Amerika Serikat pun terjun langsung buat mencegah ancaman melumpuhkan internet itu. November tahun lalu, FBI menangkap enam orang warga Estonia dengan tuduhan menggunakan malware dan server DNS khusus buat membajak jutaan komputer di seluruh dunia.
Pendapat lain dikemukakan oleh peneliti perusahaan jasa keamanan internet Trend Micro, Feike Hacquebord. Menurut dia penangkapan dilakukan FBI terhadap enam warga Estonia itu merupakan aksi pengungkapan kejahatan dunia maya terbesar dalam sejarah.

Dia mengatakan hal itu lantaran perusahaannya merupakan salah satu rekanan FBI dalam mengungkap serangan malware itu. Menurut Hacquebord, komplotan itu memiliki beberapa metode serangan malware, termasuk mengganti tautan iklan dalam sebuah situs dan dibuka oleh korban serta membajak hasil pencarian dan memaksakan agar malware tambahan itu diunduh.

DNS, Domain Name System, adalah salah satu jasa internet berfungsi mengubah agar nama alamat situs lebih mudah dicari dengan tautan nama, bukan memasukkan kode angka. Hal itu memungkinkan komputer dapat berkomunikasi satu dengan lainnya. Tanpa DNS dan server pengolah dioperasikan oleh penyedia jasa internet mustahil dapat mencari situs, mengirim surat elektronik, atau malah tidak dapat tersambung dengan internet.

Guna mencegah serangan malware itu, FBI sudah merancang cara menghindari hal itu. Tahap pertama, Anda bisa mengunjungi situs buatan FBI, DNS-OK. Di dalam situs itu terdapat tahapan bagaimana membuat komputer Anda dapat menangkal serangan malware itu.

Serangan malware DNSChanger bukan hal baru. Pada 2007 hal serupa pernah terjadi dan berhasil menginfeksi jutaan komputer sejagat. Hasilnya, setiap pengguna mengetik dan menelusuri hasil pencarian lewat mesin pencari maka mereka bakal diarahkan kepada situs komplotan pembuat malware.

Serangan malware DNSChanger bukan hal baru. Pada 2007 hal serupa pernah terjadi dan berhasil menginfeksi jutaan komputer sejagat. Hasilnya, setiap pengguna mengetik dan menelusuri hasil pencarian lewat mesin pencari maka mereka bakal diarahkan kepada situs komplotan pembuat malware.

Malware itu juga menghalangi komputer memperbarui data perangkat lunak anti-virus dan membiarkan para pengguna rentan terhadap serangan virus lain.

Tidak hanya itu, para pelaku juga mendapatkan keuntungan sebesar USD 14 juta lewat aksi itu. Tidak jelas cara bagaimana mereka meraup uang sebesar itu.

sumber : kompasiana.com  merdeka.com1 merdeka.com2

Komentar

Komentar

Filed in: ARTIKEL, TEKNO

Switch to our mobile site