BANDUNG, infobdg.com – Bulan April merupakan bulan bersejarah bagi Kota Bandung. Tepat di bulan ini pada tahun 1955, Kota Bandung memberikan semangat kemerdekaan bagi bangsa-bangsa di Asia Afrika melalui Konferensi Asia Afrika (KAA).

Untuk merayakan peringatan KAA ke-64, tahun ini Kota Bandung kembali menyelenggarakan Asian African Festival. Tema yang diangkat pada peringatan KAA tahun ini adalah Culture of The World.

Kepala Bidang Produk Seni Budaya Disbudpar Kota Bandung, Sigit Iskandar, mengatakan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan KAA tahun ini digelar secara bertahap, hingga Juni 2019.

“Karena bulan April ini juga merupakan pestanya rakyat, jadi peringatan KAA tahun ini akan dibuat bertahap hingga Juni yang akan diisi dengan event-event lain,” ungkapnya, dalam gelaran Bandung Menjawab, Selasa (16/4), di Taman Sejarah, Bandung.

Sebagai rangkaian acara dari peringatan KAA ke-64, Disbudpar Kota Bandung akan menggelar Asian African Ramadhan Fair dan Ngabuburit On The Street (NGAOS). Sementara puncak kegiatan peringatan ini, yakni Asian African Carnival, akan dilaksanakan pada 29 Juni 2019.

Asian African Carnaval akan menghadirkan pertunjukkan seni budaya dari seluruh negara yang terlibat dalam KAA. Sigit yakin, acara ini nantinya akan sangat meriah dengan kehadiran ratusan tamu dan peserta dari dalam, maupun luar negeri.

“200 undangan sudah tersebar untuk tamu dari negara Asia dan Afrika serta sister city, peserta yang akan mengisi karnaval dari luar negeri juga diperkirakan ada 50 orang, belum lagi undangan dan peserta dari daerah,” pungkasnya.

Selain itu, pihak Museum Konferensi Asia Afrika dalam memperingati 64 tahun KAA akan mengadakan “Night at The Museum”, di mana masyarakat dapat mengikuti jelajah malam di Museum Merdeka.

Dengan digelarnya acara peringatan KAA ke-64, Sigit berharap seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi menyukseskan rangkaian kegiatan yang memiliki nilai sejarah ini.

Komentar

Total Komentar