BANDUNG, infobdg.com – Sempat bocor, pipa transmisi Cisangkuy saat ini telah selesai diperbaiki. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PDAM Tirta Wening, Sonny Salimi, dalam gelaran Bandung Menjawab edisi 27 November 2018, di Taman Sejarah Bandung.

Kebocoran pipa transmisi Cisangkuy terjadi pada Minggu (25/11) lalu, pukul 03.30 dini hari. Diketahui penyebab dari kebocoran ini adalah besarnya tekanan air yang datang secara tiba-tiba, hal ini tidak bisa diprediksi. Menanggapi hal tersebut, pihak PDAM Tirta Wening langsung bekerja cepat sampai saat ini dalam menangani serta memperbaiki kebocoran pipa.

“Pertamanya ada laporan, pada dini hari warga mengatakan ada banjir di daerah Jayabaya, langsung kita cek lapangan dan akibat kejadian tersebut air yang biasanya mengalir 1.500 kubik/detik hanya menjadi 700 kubik/detik,” jelas Sonny.

Berdasarkan pemaparan Sonny, pipa yang mengalami kebocoran tersebut memang sudah lama digunakan dan saat ini telah mencapai usia 28 tahun. Pipa tersebut termasuk ke dalam program Pemerintah pada tahun 1990. Namun, dapat dipastikan kebocoran pipa Cisangkuy bukan akibat dari kualitas pipa, melainkan karena tekanan air yang sangat besar.

“Kita selalu mengontrol berapa tekanan air, kita tidak tahu kapan air hujan tiba-tiba masuk dan itu di luar kendali, penyebab kebocoran ada macam-macam, bisa karena ada gerakan tanah tekanan lalu lintas diatas dan tekanan tiba-tiba,” paparnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pipa trasmisi Cisangkuy telah selesai diperbaiki pada Selasa (27/11) siang. Namun, pipa baru bisa digunakan kembali untuk menyuplai air ke pemukiman warga yang terkena dampak pada Rabu (28/11). Akibat dari kejadian ini, kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp 700 juta. Jumlah tersebut termasuk biaya perbaikan pipa serta dana bantuan bagi warga yang terdampak.

“Perbaikan saja bisa sampai 200 sampai 300 juta, kemudian untuk dana perbaikan dialokasikan bagi warga terdampak ada sekitar mungkin 400 juta,” tambah Sonny.

Komentar

Total Komentar