BANDUNG, Infobdg.com – Banjir masih menggenangi sejumlah titik di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Senin (25/2) pagi. Pantauan tim Infobdg di lokasi banjir, ketinggian air saat ini mencapai 50-160 cm. Banjir mengakibatkan 975 rumah dari 9 RW terendam.

Berdasarkan penuturan dari anggota tim evakuasi banjir Dayeuhkolot, Saefuloh, tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir di kawasan tersebut menyebabkan air dari Sungai Citarum naik ke permukiman sejak satu minggu lalu, tepatnya Sabtu (16/2). Genangan air semakin parah pada Jumat (22/2) malam, hingga mencapai ketinggian 210 cm.

“Air sudah mulai naik ke permukiman sudah lebih dari seminggu ini, tergenang. Jumat malam itu makin parah sampai ketinggian 210,” kata Saefuloh, saat ditemui di lokasi banjir.

Banjir yang hingga saat ini masih belum surut berdampak pada terganggunya aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar-mengajar di SD Bojong Asih I dan II yang terpaksa harus dialihkan ke aula dan madrasah Desa Dayeuhkolot.

“Kegiatan belajar-mengajar tidak dihentikan sejak seminggu itu, hanya dialihkan ke aula dan madrasah di kantor Desa. Khusus hari Senin ini saja baru diliburkan karena siswa yang datang hanya sedikit,” tambahnya.

Selain itu, genangan air yang masih tinggi membuat warga sulit untuk mengakses jalan. Untuk itu, tim evakuasi banjir Dayeuhkolot menyediakan beberapa buah perahu sebagai alat transportasi warga untuk beraktivitas. “Kami sediakan perahu untuk mempermudah akses jalan warga, karena kan sebagian besar masih tergenang banjir sampai sekarang,” tutur Saefuloh.

 

Melihat hal ini, Saefuloh berharap pemerintah segera turun tangan, karena masalah banjir di Dayeuhkolot ini bukan masalah baru. “Pemerintah harus turun tangan, mulai dari penanganan Citarum yang semakin dangkal untuk dikeruk, perbaikan drainase, karena masalah ini bukan lagi masalah baru,” tutupnya.

Komentar

Total Komentar