Kota Bandung dan Banjir Menurut Muda Bandung

By on January 5, 2014 | views: 127

Bandung, infobdgcom – Banjir seolah sudah bukan lagi menjadi bencana melainkan hal yang lumrah terjadi di kota besar. Sebut saja kota Jakarta yang sudah beberapa kali berganti periode kepemimpinan, namun tetap dilanda banjir setiap tahunnya. Begitu juga dengan Bandung, yang walaupun belum separah Jakarta, namun bila tanpa penanganan segera maka bukan tidak mungkin berubah menjadi “The New Jakarta”.

Infobdg melalui akun twitter @infobdg mencoba mendengarkan opini masyarakat mengenai bagaimana masalah banjir di kota Bandung harus diselesaikan. Dalam sekejap banyak sekali mention yang masuk dan memberikan opininya. Seluruh mention yang masuk kemudian dirangkum dan dapat ditarik kesimpulan menjadi 4 yaitu: (1) Jangan lagi membuang sampah sembarangan ; (2) Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih perduli dengan lingkungan ; (3) Pembangunan dan perbaikan infrastruktur khususnya drainase ; (4) Menambah resapan air dengan membangun sumur resapan dan lubang biopori.

Pada hari Jumat (20/12), bersama PR FM Radio dalam #MudaBandung berkesempatan untuk berbincang bersama Kepala Bidang Perencanaan Bina Marga, Bapak Didi Riswandi. Ada sejumlah pendapat dari beliau, menanggapi keempat solusi yang ditawarkan followers @infobdg. Pertama untuk masalah sampah dan kesadaran masyarakat akan lingkungan. Menurutnya, sampah hampir 75% berperan terhadap terjadinya banjir, hingga merusak jalan. Contohnya Pasteur tempo hari. Sebenarnya masyarakat sudah sadar sampah dapat menyebabkan banjir, namun masih banyak yg membuang ke sungai dan selokan.

Kemudian mengenai drainase dan infrastruktur pendukung lainnya. Beliau setuju drainase punya peran penting. Namun tata kota yg kurang baik terus menyebabkan banjir meskipun drainase sudah dibangun. Dinas Bina Marga akan segera bekerja sama dgn PDAM guna membersihkan drainase, karena PDAM memiliki alat khusus dan juga bisa dipinjam oleh masyarakat Bandung.

Mengenai sumur resapan dan lubang biopori. Sudah diwacanakan dalam beberapa tahun ke depan, tiap 50 meter akan ada sumur resapan. Sumur resapan dapat mengurangi banjir dan menampung air sehingga kelak wilayah sekitarnya tidak lagi kesulitan air tanah. Kemudian terkait lubang biopori, menurut beliau lubang biopori baru akan berfungsi maksimal apabila ada dengan jumlah massive. Oleh sebab itu beliau, @infobdg dan PR FM setuju dan sangat mendukung program Satu Juta Biopori yang saat ini sedang diselenggarakan serentak di seluruh Bandung.

Sebagai penutup, hampir semua warga Bandung mengatakan sampah adalah akar permasalahan namun harus ada kesadaran diri untuk menjaga lingkungan. Masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi dalam pembuatan lubang biopori dengan membuatnya di lingkungan rumah masing-masing. Semoga program-program pemerintah periode ini dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi Bandung.

Glenn Sabath

For Event Media Partner & Advertising: contact@infobdg.com

Komentar

Komentar

INFOBDG.COM