Menyimak foto-foto Lembang “jaman baheula” dan saat ini

By on January 27, 2013 | views: 2,350

BANDUNG, infobdg.com – Beberapa bulan yang lalu saya menjelajahi internet untuk mendapatkan foto-foto “jaman baheula”. Akhirnya saya “hinggap” pada website KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal- Land- en Volkenkunde) Belanda. Dalam Bahasa Indonesianya kira-kira Lembaga Kerajaan untuk Ilmu Bahasa, Negara, dan Antropologi. Banyak sekali foto-foto keadaan Indonesia pada jaman baheula di sana. Dan ini tidak membuat saya terkejut karena Indonesia pernah dijajah Belanda selama ratusan tahun. Dengan menggunakan fasilitas “zoek” (search) saya dapat menemukan foto-foto jaman baheula yang berkaitan dengan daerah tertentu, khususnya Lembang, Bandung, Tangkubanparahu, dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat.

Yang paling menarik bagi saya adalah foto Kampung Legok Lembang, Tanjakan Cibogo Lembang, hutan Jayagiri Lembang, dan Observatorium Bosscha difoto dari udara (pesawat terbang). Saya sangat tertantang untuk membandingkannya dengan keadaan atau foto saat ini.

Yang pertama adalah foto Kampung Legok pada tahun 1915 (Lihat foto di atas). Legok adalah nama tempat yang terletak di sebelah utara Kota Lembang di kaki Gunung Putri. Di sana terdapat jalan dengan turunan dan belokan tajam yang menghubungkan Lembang dengan Subang. Pada KITLV, foto ini berjudul “Goenoeng Poetri 1915″. Ya, memang ada bagian Gunung Putri yang terambil, meskipun jauh dari puncaknya. Yang menarik bagi saya dari foto ini adalah suasana jalan raya yang lengang tidak ada kendaraan bermotor. Yang nampak hanya ada beberapa orang berjalan memakai payung, dan rumah-rumah yang berdiri baru sedikit. Kebetulan saya memiliki foto Belokan Legok juga yang saya ambil pada tahun 2007 dan telah saya upload ke Panoramio untuk ditampilkan di Google Earth. Walaupun “point of view”nya berbeda sedikit (diambil dari Kampung Barulaksana), tapi kedua foto ini dapat dibandingkan.

Yang kedua adalah foto Tanjakan Cibogo Lembang pada tahun 1930. Foto ini saya temukan ketika saya mencari foto Tangkubanparahu. Foto ini malah diberi judul jauh dari lokasi sebenarnya, yaitu “Tangkoeban Prahoe, Soebang, 1930″. Saya yang relatif sering melalui jalan Lembang-Subang berpikir keras, di sebelah manakah jalan itu. Saya sempat menduga bahwa foto itu diambil di daerah Ciater. Gunung di latar belakang nampak seperti perkebunan teh sekarang. Tapi, sepertinya tidak ada jalan yang bentuk belokannya seperti itu di sana. Lalu dengan memperhatikan bentuk gunungnya, aha, itu Gunung Putri! Jadi itu adalah tanjakan Cibogo diambil dari arah menuju Subang. Untuk memastikannya saya bolak-balik ke Tanjakan Cibogo untuk mengambil foto saat ini. Dari bentuk gunungnya saya yakin bahwa itu adalah foto Tanjakan Cibogo, namun saya selalu gagal mengambil foto dari “point of view” yang sama. Akhirnya, foto dari KITLV saya cetak dahulu, lalu saya pergi lagi ke Tanjakan Cibogo sambil membawa foto tersebut sebagai pembanding. Akhirnya, tadi pagi, didapatlah foto Tanjakan Cibogo dengan point of view yang hampir sama seperti ditunjukkan di bawah ini. Selain situasi jalan yang lengang, perbedaan dengan keadaan sekarang adalah belum adanya bangunan-bangunan di Tanjakan Cibogo pada tahun 1930.

tanjakan cibogo

Saya masih memiliki beberapa foto Lembang jaman baheula dari KITLV, namun yang hendak saya tampilkan terakhir pada artikel pertama ini adalah foto hutan Jayagiri tahun 1911 di sekitar kawasan yang disebut Sangkuriang. Dahulu hutan di sana digunakan sebagai perkebunan kina yang sangat menguntungkan bagi Belanda. Sekarang kawasan ini adalah hutan lindung yang ditanami pohon pinus. Saya ingin pula membandingkan foto itu dengan foto saat ini, namun saya kesulitan mendapatkannya karena pohon-pohon pada posisi point of view cukup rimbun sehingga menghalangi kamera. Jadi yang ingin saya bandingkan sekarang adalah gunung-gunung nun jauh di sana yang menjadi latar belakang foto, antara lain Gunung Bukittunggul.
Selamat membandingkan.

Gn Bukit Tunggul

 

Yudhi Prasepta

lembangonline.com

 

Komentar

Komentar

INFOBDG.COM