BANDUNG, infobdg.com – Untuk mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kota Bandung yang kaya akan unit UMKM-nya, PT. Minitech Finance Indonesia (Sayamodalin), PT. Investdana Fintek Nusantara (iKredo), dan PT. Newline Fintech Indonesia (Prosperitree) mengadakan sosialiasi edukasi mengenai finansial teknologi bagi para start-up.

Sosialisasi ini digelar pada Sabtu (7/7), di Sinopsis Creative Space, Bandung, yang menghadirkan para pembicara dari perusahaan-perusahaan finansial teknologi (fintek), serta puluhan komunitas start-up dari Bandung.

Menurut sumber Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung, ada 4.077 unit UMKM di Kota Bandung ini. Sementara survei nasional OJK tahun 2016 menunjukkan, literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 29,7%, dan inklusi keuangan di Jawa Barat baru sekitar 60%. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan, terlebih di kota besar seperti Bandung ini tentu menjadi perhatian pemerintah. Untuk mendukung upaya tersebut, sosialisasi edukasi mengenai manfaat industri teknologi finansial dan layanan pinjaman peer to peer (P2P) ini digelar karena diyakini mampu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Pembicara dari iKredo, Liauw Tarsisius Fredy menyatakan dukungannya pada milenial Bandung yang menurutnya turut memajukan platform fintek.

“Kami sangat mendukung teman-teman millenial Bandung yang banyak memiliki usaha di bidang kreatif dengan menjadi peminjam di platform fintek untuk mendapatkan pendanaan yang cepat dan mudah untuk kelancaran bisnisnya,” imbuhnya.

Dengan adanya edukasi mengenai fintek ini diharapkan dapat memberikan pemahaman pada masyarakat untuk lebih mengenal perbedaan fintek legal dan nonlegal serta memanfaatkan platform P2P dengan efektif.

Komentar

Total Komentar