BANDUNG, infobdg.com – Sebagai upaya memberikan perlindungan kepada para pekerja migran di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) membangun Jabar Migran Service Center. Hal tersebut dilakukan untuk menyukseskan program unggulan Migran Juara.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, Mochamad Ade Afriandi menerangkan, bahwa Migran Juara adalah layanan yang diberikan pihaknya mulai dari pra-rekrutmen sejak SMA/SMK. Dalam pra-rekrutmen tersebut, para calon pekerja migran akan mejalani penelusuran minat dan bakat.

“Nanti mereka akan diberikan sosialisasi, kemudian dilakukan perekrutan, pelatihan, sampai penempatan di negara tujuan. Nanti selesai kontrak, kembali lagi ke Indonesia itu menjadi dalam sebuah navigasi Pemprov Jabar,” kata Ade dalam gelaran JAPRI di Gedung Sate, Bandung, Jumat (04/10).

Adanya program Migran Juara, ditegaskan Ade, akan memberikan perlindungan kepada para pekerja migran asal Jawa Barat. Pasalnya, selama ini masih banyak pekerja migran dari Jawa Barat yang kurang mendapat perlindungan karena kurangnya data-data.

“Kita tidak memiliki data, siapa yang diberangkatkan, perusahaan mana yang memberangkatkannya, di mana user-nya di sana. Belajar dari tidak adanya data itulah, hadir sebuah sistem navigasi center,” ungkapnya.

Sesuai Undang-Undang ketenagakerjaan yang baru, Ade memaparkan, perusahaan penempatan tenaga kerja tak lagi diperbolehkan melakukan perekrutan. Perekrutan para pekerja migran akan langsung dilakukan oleh pemerintah.

Untuk simulasinya, perekrutan akan dilakukan berbasis digital seperti proses perekaman e-KTP. Nantinya, perusahaan penempatan di negara bersangkutan akan melihat data lengkap para calon pekerja migran yang tercantum dalam sistem.

User akan melihat di sistem, by photo, by name, by address, kemudian data kompetensi yang bersangkutan, sehingga dalam sistem digital itu proses rekrutmen dilakukan,” tutupnya.

Komentar

Total Komentar