Mitos dan Eksotisme Alam Cartil “Caringin Tilu” Bandung

By on January 14, 2013 | views: 3,491
caringin_tilu

BANDUNG, infobdg.com – CARTIL (Caringin Tilu), tempat wisata alam ini mungkin bisa dibilang asing bagi warga Bandung khususnya, dan Jawa Barat pada umumnya. Kawasan wisata yang syarat dengan mitos dan terkesan eksotisme ini berada di kawasan Kampung Cisayur, Desa/Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Sebagian orang yang sudah mengenal obyek wisata ini menyebutnya dengan Cartil, singkatan dari Caringin Tilu. Cartil dibuka menjadi tempat wisata mulai tahun 2002 silam. Cartil memiliki keindahan alam yang masih perawan. Ketika dibuka , di kawasan ini hanya ada tiga orang penjual makanan. Namun, kini semakin ramai dengan berdirinya 25 saung dengan berbagai varian makanan yang disediakan.

Caringin Tilu dalam bahasa Sunda mempunyai arti tiga pohon beringin. Nama tersebut diambil karena di tempat tersebut terdapat tiga pohon beringin yang berumur ratusan tahun. Kini hanya tersisa satu pohon, karena satu pohon tumbang, dan satu pohon lagi mati kering. Untuk melestarikan keidentikan nama tempat ini dengan keberadaan pohon beringin warga setempat menanam dua pohon beringin sebagai pohon pengganti.

Kenapa Cartil selalu dikaitkan dengan mitos oleh warga setempat? Sebab di atas tempat ini ada makam leluhur yang diyakini merupakan tempat keramat oleh warga sekitar. Mitos yang berkembang selalu dihubungkan dengan kematian dua pohon beringin atau caringin saat kekalahan salah satu partai yang berlambangkan beringin pada pemilihan umum.

Daratan tinggi Cartil yang memiliki keindahan alam sangat alami ini akan membawa kita pada rasa nyaman dan damai melihat harmonisasi alam yang terhampar luas di depan mata kita. Dari hamparan hijau Cartil kita bisa melihat Kota Bandung dengan leluasa. Akan begitu jelas ketika Kota Bandung dilihat pada malam hari. Wow… ibarat lautan hitam yang bertebaran beribu bintang berasal dari ribuan lampu penduduk.

Setiap weekend, Cartil selalu disesaki para pengunjung. Tentu hal tersebut memberi keuntungan yang besar bagi para pedagang yang kebanyakan warga pribumi. Warung-warung di sana menyediakan makanan dan jajanan untuk para wisatawan Cartil.

Keindahan malam

caringin-tilu
Keindahan wisata Caringin Tilu di malam hari sungguh memesona. Sambil menikmati pemandangan yang hijau itu, pengunjung bisa sekalian memesan jajanan dari warung-warung yang berderet rapi seperti mie goreng, nasi goreng, mie rebus, bandrek, dan banyak lagi.Secara geografis wilayah Cartil termasuk dalam kawasan Bandung Utara. Caringin Tilu menjadi salah satu lokasi terbaik guna menikmati wisata alam penggunungan di dataran tinggi Bandung. Dari lokasi ini pula, cakrawala dari ujung timur hingga ke barat wilayah Cekungan Bandung yang dikurung pegunungan, terlihat jelas.

Mulai dari sisi utara ke timur tampak Gunung Bongkor, Gunung Bukit Tunggul, Gunung Manglayang, Gunung Geulis, Gunung Mandalawangi. Sisi bagian selatan berjejer Gunung Papandayan, Patuha, dan Gunung Malabar hingga pegunungan sebelah barat, mampu diteropong dari Cartil. Sungguh keindahan alam yang sangat memanjakan pandangan mata.

Wisata Cartil ibarat sebuah intan yang terpendam dalam lumpur karena memiliki potensi wisata yang sangat potensial namun belum terekspos secara maksimal. Jangankan oleh orang luar Kota Bandung, konon, orang-orang Bandung sendiri banyak yang mengernyitkan dahi ketika disinggung soal Caringin Tilu padahal jaraknya hanya sepelemparan batu.

Untuk menuju kawasan Cartil sangatlah mudah. Arahnya dari Terminal Cicaheum Bandung belok kiri ke Jalan Padasuka dari arah Bandung kota. Untuk sampai di Cartil yang jaraknya sekitar 5 km dari Cicaheum kuncinya hanya satu, ikuti saja alur jalan yang berkelok dan menanjak, maka sekitar 20 menit kemudian sampailah kita di puncak tertinggi di Kecamatan Cimenyan itu. Jika Anda punya waktu luang bersama pasangan atau keluarga, tidak ada salahya jika Cartil dijadikan salah satu tujuan wisata Anda.

(net)**

 

sumber: klik-galamedia.com

 

Komentar

Komentar

INFOBDG.COM