Pedagang Ayam di Kota Bandung Ancam Mogok

By on June 16, 2012 | views: 118
bisnis-jatim.com

BANDUNG, (PRLM).- Ribuan pedagang ayam di Kota Bandung berencana melakukan aksi unjuk rasa dan mogok berdagang. Langkah itu akan dilakukan menyusul terus merangkaknya harga ayam di tingkat produsen yang sejak dua pekan lalu naik sekitar Rp 2.500 per ekor.

read more from pikiran rakyat online

bisnis-jatim.com

Menurut Ketua Persatuan Pedagang Hayam Bandung (PPHB), Yoyo Sutarya, biasanya harga ayam di tingkat produsen sekitar Rp 13.500-Rp 14.000 per ekor. Namun, sejak dua pekan lalu harganya naik menjadi Rp 15.500-Rp 16.000 per ekor.

“Kenaikan harga sekitar Rp 2.500 per ekor ini sangat memukul pedagang, baik pedagang di Pasar Caringin, Gedebage, Ciroyom, maupun Pasar Andir, yang selama ini menjadi barometer pasar tradisional di Kota Bandung,” katanya, Jumat (15/6).

Dengan kenaikan harga tersebut, menurut dia, seharusnya harga jual eceran naik dari Rp 22.000 per ekor menjadi sekitar Rp 24.000 per ekor. Namun, karena permintaan merosot, ia mengatakan, pedagang terpaksa menjual eceran dengan harga Rp 23.000 per ekor.

“Akibat kenaikan harga ini, permintaan daging ayam anjlok hingga 50 persen. Jika biasanya seoramg pedagang misalnya menjual 50 ekor per hari, sekarang hanya 25 ekor. Untuk mengimbangi permintaan yang merosot, terpaksa kami hanya mengambil untung tipis. Bisa dibilang, kami terpaksa merugi,” ujarnya.

Ia menilai, tingginya harga ayam di tingkat produsen terjadi karena adanya permainan atau aksi spekulasi produsen bermodal besar. Apalagi, sekitar satu bulan lagi akan memasuki Ramadan, dimana permintaan ayam biasanya mengalami lonjakan.

“Sebenarnya ini juga agak anek. Soalnya waktu satu bulan itu masih cukup lama. Kenapa sekarang harga sudah naik tinggi. Makanya, kami curiga ada permainan dibalik kenaikan harga ini,” kata Yoyo.

Oleh karena itu, ia mengaku berharap, pemerintah bisa turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bukan hanya sampai di sana, Yoyo juga mengatakan berharap pemerintah bisa meningkatkan pengawasan di lapangan.

“Saat ini pedagang mulai resah. Kami meminta pemerintah turun untuk menormalkan harga ayam ke kisaran Rp 13.500-Rp 14.000 per ekor di tingkat produsen. Kalaupun ada kenaikan, kami berharap, kenaikannya masih dalam batas wajar, sehingga tidak merugikan pedagang,” tutur Yoyo.

Saat ini, menurut dia, pihaknya sedang melakukan konsolidasi dengan para pedagang ayam di Kota Bandung terkait rencana aksi tersebut. Sebelum menggelar aksi, PPHB dijadwalkan melakukan audiensi dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Senin depan.

“Kalau pertemuan dengan Dinas Peternakan tidak mengahasilkan solusi, kami akan melakukan unjuk rasa di jalanan. Jika unjuk rasa juga tidak mendapat respon positif, kami akan melakukan aksi mogok berdagang secara massal di seluruh pasar tradisional di Kota Bandung,” kata Yoyo.

Aksi tersebut, menurut dia, akan dilakukan hingga harga ayam kembali normal. Ia mengatakan, saat ini di Kota Bandung ada sekitar 4.000 pedagang ayam. (A-150/A-89)***

Sumber: www.pikiran-rakyat.com

Komentar

Komentar