BANDUNG, infobdg.com – Jawa Barat saat ini tengah mengembangkan daerahnya untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia serta lokomotif ekonomi. Upaya tersebut tentunya harus menjadi fokus perhatian, terlebih dalam pengembangan wisata Gastronomi yaitu makanan dan minumannya.

Foto: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Diungkapkan oleh Pendiri Pusat Belajar Warisan Budaya Gastronomi Sunda (PBWBGS), yang juga mejabat sebagai Akademisi Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dewi Turgarini S.S, M.MPar, bahwa kondisi pariwisata di Jawa Barat saat ini dinilai lebih baik dibandingkan dengan wilayah lainnya, khususnya pada bidang gastronomi, walaupun dalam penelitiannya Dewi menemukan sebanyak 303 jenis makanan yang masih belum terpetakan sebagai tujuan khusus wisata kuliner.

“Dan yang paling menarik dari penelitian saya adalah dari sudut makanan dan minuman nya atau gastronomi yang berdasarkan temuan di Jabar ada 303 lebih jenis makanan yang belum dipetakan sebagai destinasi khusus bagian gastronomi,” kata Dewi, ditemui di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rabu (6/11).

Dewi yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Manajemen Katering UPI membeberkan, bahwa sektor pariwisata di Jawa Barat kini hampir menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah Provinsi sebanyak 70%. Menurutnya, dengan jumlah tersebut peningkatan dari segi gastronominya juga harus seimbang.

Dewi mengungkapkan wisata gastronomi di Jawa Barat ada banyak jumlahnya, namun hingga saat ini ia melihat belum adanya peta wisata dan paket khusus wisata gastronomi, padahal itu penting dan harus diperhatikan oleh pemerintah.

“Berdasarkan penelitian, dari jenis, kalau mungkin dari tipe makanan kemudian juga kudapan, minuman segar dan juga minuman panas di Jawa Barat itu sangat banyak sebetulnya, hanya memang masih belum dibuat secara spasial dan belum dibuat paket wisata khusus gastronomi Jawa Barat yang memang perlu diperhatikan,” beber dia.

Namun demikian, Dewi melihat usaha Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menganggap serius potensi gastronomi kini sudah mulai terlihat. Hal itu terbukti dengan banyaknya festival kuliner yang digelar, serta telah diresmikannya sebuah deklarasi bahwa Pemprov Jabar akan memfasilitasi upaya tersebut guna lebih menghidupkan pariwisata di Jawa Barat.

“Provinsi Jawa Barat sudah berusaha betul untuk mengangkat potensi wisata Gastronomi dengan festival-festival yang hampir setiap minggu ada dan yang perlu diperhatikan adalah, bagaimana festival-festival tersebut bisa naik branding-nya ke level internasional,” tutupnya.

Komentar

Total Komentar