BANDUNG, infobdg.com – Demi mengoptimalisasikan fungsi koordinasi fasilitasi pemerintah pusat dan provinsi terhadap penyelenggaraan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pemerintah Provinsi beserta Dinas Pendidikan Jawa Barat menggelar seremoni pengukuhan bunda PAUD kota/kabupaten se-Jawa Barat pada Senin (4/2), di Aula Barat Gedung Sate Bandung.

Pengukuhan Bunda PAUD ini digelar sebagai implementasi komitmen kolektif berbagai lembaga, termasuk Bunda PAUD, demi terwujudnya peningkatan mutu layanan PAUD. Kegiatan ini menghadirkan 27 Bunda PAUD se-Jawa Barat yang dikukuhkan dengan komitmen sebagai berikut:

– Mewujudkan gerakan PAUD berkualitas
– Meningkatkan akses layanan PAUD
– Membangun kemitraan bersama pemangku kepentingan dalam mewujudkan PAUD holistik integratif
– Mendorong peningkatan dukungan sumber daya untuk penyelenggaraan dan kesejahteraan pendidik PAUD
– Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan PAUD

Sebagaimana disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, anak usia dini di Jawa Barat jumlahnya sangat besar. Oleh karena anak-anak ini adalah pemilik masa depan menuju Indonesia negara adidaya, maka pendidikan anak sejak dini ini sangat diperlukan untuk menciptakan generasi yang memiliki EQ dan IQ yang baik.

“Jabar ini anak usia dininya menunjukkan jumlah yang sangat besar. Penduduk kita ini hampir 50 juta dan setiap yang berkeluarga rata-rata memiliki anak. Oleh karena itu, anak-anak ini adalah pemilik masa depan yang harus tumbuh dengan baik,” papar Kang Emil, sapaan akrabnya, Senin (4/2).

Emil mengatakan, Bunda PAUD yang dikukuhkan hari ini harus terus berinovasi, hal tersebut mengingat tantangan di masa depan nanti yang akan memiliki cara logika dinamika baru. Salah satunya adalah menjaga anak-anak dari derasnya informasi di zaman revolusi digital saat ini.

“Revolusi digital di Indonesia ini ada sisi baik dan buruk, jangan sampai anak-anak kita waktunya habis melihat hp sehingga dia lupa harus berinteraksi secara seimbang terhadap lingkungan, terhadap hal-hal yang sifatnya edukatif,” ungkapnya.

Untuk mencegah hal itu, di Jawa Barat, Emil telah mencanangkan gerakan nasional PAUD berkualitas sebagai bagian dari arahan Kemendikbud. Ia menjelaskan, pendidikan anak-anak usia dini harus dijadikan gerakan agar dapat dimonitoring tak hanya oleh pemerintah, tetapi oleh siapapun agar dapat langsung turun tangan.

“Tidak hanya tanggung jawab pemerintah, siapapun yang mencintai gerakan, maka ia ikut turun tangan. Apakah swasta, masyarakat, atau lain-lain,” jelas Emil.

Emil berharap pendidikan usia dini bisa dimaksimalkan melalui gerakan tersebut. Ia pun berharap para Bunda PAUD dapat memaksimalkan potensi anak-anak usia dini yang perkembangan otaknya sedang tinggi ini untuk dapat menjadi generasi yang cerdas.

Komentar

Total Komentar