BANDUNG, infobdg.com – Berita bohong atau yang sering kita sebut hoaks, merupakan ancaman terbesar yang dihadapi sebuah negara saat ini. Hoaks dapat membahayakan eksistensi ketenangan dan kenyamanan kehidupan pribadi setiap warga.

Menyadari hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Infomasi membuat program bertajuk Jawa Barat Sapu Bersih Hoaks atau disingkat “Jabar Saber Hoaks”, yang baru di-launching hari ini, Jumat (7/12) pagi, di Aula Barat Gedung Sate Bandung.

Acara launching Jabar Saber Hoaks ini langsung dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Emil, beserta istri, didampingi pula oleh Kadiskominfo Jawa Barat, Hening Widiatmoko, dan Ketua Tim Jabar Saber Hoaks, Endang Nasution.

Jabar Saber Hoaks merupakan tim kolaborasi berbentuk lembaga antara Diskominfo Jawa Barat dengan komunitas personal yang memiliki kompetensi di bidang IT. Sebanyak 90% dari tim ini terdiri dari anak-anak milenial. Tugas utama tim Jabar Saber Hoaks ini adalah memverifikasi permohonan masyarakat dan merilis secara rutin, tanpa diminta, berita-berita yang beredar di Jawa Barat yang diasumsikan hoaks.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kadiskominfo Jawa Barat, Hening Widiatmoko, Jabar Saber Hoaks ini bekerja di dua konteks ruang lingkup Jawa Barat. Pertama, memfokuskan pada pelaku maupun korban penyebaran berita hoaks di wilayah Jawa Barat. Kedua, mengatasi berita hoaks yang menyangkut kepentingan Jawa Barat, di mana pun itu.

“Lingkup kerja tim ini terdiri dari 2 objek konten, pertama terhadap setiap hoaks yang fokusnya di Jabar, adalah mereka yang pelakunya, korbannya, berada di wilayah Jawa Barat. Kedua, berita hoaks yg ada di luar Provinsi Jabar tapi menyangkut kepentingan Jabar,” jelas Hening dalam laporannya di acara launching Jabar Saber Hoax, Jumat (7/12) pagi, di Aula Barat Gedung Sate Bandung.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Kang Emil, mengatakan, lembaga Jabar Saber Hoaks ini memiliki instrumen yang dapat membentengi kondusivitas masyarakat Jawa Barat dengan melawan informasi-informasi yang meresahkan. Ini merupakan pondasi dasar untuk membangun Jawa Barat juara lahir batin.

“Kondisivitas itu adalah harga mahal sebagai pondasi dasar untuk membangun Jawa Barat yang Juara Lahir Batin, caranya adalah melawan informasi-informasi yang meresahkan,” ucap Emil saat ditemui usai acara Launching Jabar Saber Hoaks.

Emil berharap, mulai hari ini masyarakat Jawa Barat bisa menjadi generasi yang tabayyun, yakni senantiasa mencari kebenaran, agar bisa menjadi masyarakat naik kelas yang melek literasi dan anti hoaks.

Komentar

Total Komentar