Persib Bandung Vs PSMS Medan, Rival Bertajuk ‘El Clasico Indonesia’

18

BANDUNG, infobdg.com – Pertandingan sepakbola dengan tema El Clasico memang lebih terkenal gaungnya antara Real Madrid melawan Barcelona di Spanyol, atau jika di Argentina ada laga super klasik antara Boca Juniors Vs River Plate. Indonesia, negara yang terkenal akan pendukung sepak bolanya yang fanatik juga memiliki laga bertajuk El Clasico, antara Persib Bandung melawan PSMS Medan.

Jika El Clasico antara Real Madrid Vs Barcelona muncul dari pandangan politik dan Boca Juniors melawan River Plate berasal dari nilai sosial, ekonomi, estetika dan sejarah, sedangkan laga klasik antara Persib dan PSMS murni berawal dari dalam lapangan.

Pertemuan pertama antara Maung Bandung yang lahir pada tahun 1933 dan PSMS Medan yang muncul pada 1950, terjadi pada 21 Desember 1952, saat itu Persib Bandung unggul dengan skor 4-2. Pertemuan antara kedua tim mulai memanas pada saat pertama kali berjumpa di partai final kompetisi perserikatan pada musim 1966-1967.

Pada laga final tersebut, Persib Bandung yang diperkuat oleh salah satu Top Skor di ajang Asian Games 1958, Wowo Sunaryo, terpaksa harus mengakui keunggulan PSMS Medan dengan skor 0-2.

Pertemuan selanjutnya Maung Bandung melawan Ayam Kinantan terjadi pada babak final kompetisi perserikatan pada 10 November 1983. Lagi-lagi pada pertandingan yang digelar di Stadion Senayan (sekarang  Stadion Utama Gelora Bung Karno), Jakarta, Persib harus menerima kekalahan melalui babak adu penalti dengan skor 2-3.

Baca Juga : Jadwal Pertandingan Persib di Piala Presiden 2018

Laga final kompetisi perserikatan tahun 1985 antara kedua tim merupakan pertandingan yang penuh dengan drama. Sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, Maung Bandung berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua melalui gol Iwan Sunarya dan gol sundulan jarak jauh Ajat Sudrajat.

Namun sayang, pertandingan yang memasuki babak adu tendangan penalti ini kembali berpihak pada tim asal Sumatera Utara. PSMS Medan berhasil menumbangkan perlawanan ketat dari Persib Bandung dengan skor 3-4 pada babak tendangan penalti.

Di luar lapangan, pertandingan final ketiga kali antara Persib dan PSMS ini bahkan mencatat rekor dalam buku Asian Football Confederation (AFC). Laga yang dihadiri oleh 150.000 orang dari total kapasitas 110.000 penonton di Stadion Senayan ini tercatat sebagai pertandingan amatir dengan penonton terbanyak di dunia.

Dari pertandingan final kompetisi perserikatan di tahun 1985 tersebut, sudah bisa terbayang bagaimana animo penggemar Persib dan PSMS kala itu. Bahkan sampai saat ini pertandingan yang mempertemukan kedua tim masih selalu dalam tensi tinggi di dalam lapangan dan selalu menyedot perhatian para penggemarnya.

 

Foto: Indosport | Tempo | Goal 

Komentar

Total Komentar