BANDUNG, infobdg.com – Operasi Patuh Lodaya 2019 sebagai upaya menurunkan tingkat kecelakaan berlalu lintas, baru saja berakhir pada Rabu (11/9) kemarin. Selama dua minggu lebih beroperasi, khususnya di Kota Bandung, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung telah menemui sebanyak 20.423 pelanggaran.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kasalantas Polrestabes Bandung, Kompol Bayu Catur Prabowo, jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara R2 maupun R4 cukup beragam. Mulai dari tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, bermain handphone saat berkendara, tidak menggunakan safety belt, hingga berkendara di bawah umur.

“Pelanggaran cukup beragam, ada yang tidak pakai helm, safety belt, lawan arus, menggunakan hp saat berkendara, pengendara di bawah umur juga banyak ditemui,” pungkas Kompol Bayu, ditemui di Mapolretabes Bandung, Kamis (12/9).

Kompol Bayu mengungkapkan, pelanggaran didominasi oleh kendaraan R2 dengan 10.425 pelanggar. Selama operasi, pihaknya sangat sering menjumpai para pengguna motor yang melawan arus serta tidak memakai helm berstandar SNI. Bahkan, sebanyak 725 orang dari jumlah pelanggar kendaraan motor masih di bawah umur, alias masih belum memiliki SIM.

“Kebanyakan pelanggar dari pengendara motor ya, ini ada 10.425 pelanggaran. Kalau mobil hanya 1271 pelanggar. Mereka banyak yang melawan arus dan tidak meggunakan helm, ditemui juga yang tidak punya SIM masih di bawah umur,” ujar dia.

Dari banyaknya pelanggaran tersebut, pihak kepolisian berhasil menyita sebanyak 5245 SIM, 6501 STNK, dan 30 kendaraan. Seluruh barang bukti saat ini masih diamankan di Mapolrestabes Bandung.

Berbagai jenis pelanggaran ditindak oleh pihak kepolisian dengan sanksi tilang dan teguran. Tahun ini, jumlah pelanggaran lalu lintas yang dikenakan sanksi tilang mencapai 11.776, meningkat 226% dari operasi yang sama di tahun lalu.

Komentar

Total Komentar