Tantang Nyali Dengan Hammocking di Tebing Masigit

167

BANDUNG, infobdg.com – Hammocking biasa dilakukan di antara pohon dengan ketinggian tertentu. Selama berada di atas hammock, kita bisa duduk santai, dan tiduran. Lalu, bisakah Wargi Bandung melakukan hal serupa dengan bergelayun di antara tebing setinggi 100 meter?

hammock-tebing-masigit-1024x768

Jika jawabannya adalah “ya”. Segera rencanakan kunjungan ke kawasan Bandung Barat, tepatnya di Tebing Masigit, Citatah, Padalarang. Setiap bulannya area ini ramai dikunjungi wisawatan dari berbagai daerah. Banyaknya tebing karst yang menjulang tinggi menjadi magnet bagi para penyuka olahraga ekstrem.

Berbeda dengan panjat tebing, tidak diperlukan keahlian khusus untuk hammocking di puncak tebing Masigit. Wargi Bandung juga tidak perlu repot membawa perlengkapan outdoor seperti tali webbing ataupun karamantel. Karena semua telah disediakan oleh provider setempat. Meski demikian, Wargi Bandung tetap memerlukan pengawasan dari instruktur profesional.

hammock_20160809_202054

Sebelum duduk di hammock, Wargi Bandung harus sedikit turun dengan bantuan safety gear dan merayap di atas tali. Tantangan lain terasa saat angin berhembus lebih kencang, membuat hammock bergoyang. Kembang kempis detak jantung perlahan memompa adrenalin. Namun, irama nafas sedikit teratur saat Wargi Bandung melihat bentangan alam Citatah. Memperhatikan aktivitas warga atau para penambang kapur, serta Stone Garden yang terlihat lebih indah dari biasanya.

1169751_158274787873694_1960420106_n

Wargi Bandung juga berkesempatan menikmati sunset dengan cara yang berbeda. Untuk menikmati sunset tersebut, datanglah menjelang sore, biasanya banyak wisatawan lain yang juga antre untuk bisa bergelantung di atas puncak Masigit. Untuk bisa hammocking di puncak Masigit, Wargi Bandung harus merogoh kocek Rp. 250.000. (Hadil Umam)

Sumber foto : dailyinfo7.blogspot.com | sportourism.id | travel.tribunnews.com

Komentar

Total Komentar