BANDUNG, infobdg.com – Akibat intensitas hujan yang tinggi beberapa hari lalu, banjir merendam sejumlah kecamatan di Kota Bandung, salah satunya di Kecamatan Arcamanik.

Foto: Humas Kota Bandung

Lokasi tersebut sempat terendam banjir akibat jebolnya kirimir di Komplek Guruminda pada Rabu (5/2) lalu. Menanggapi ini, Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded, langsung meninjau lokasi banjir pada Jumat (7/2).

“Hujan kemarin menyebabkan banjir setinggi paha. Itu ada kirmir sungai 10-15 meter yang ambrol,” kata Umi, sapaan akrab istri Wali Kota Bandung itu.

Setelah melakukan peninjauan, Umi mengatakan bahwa selain dikarenakan kirmir yang ambrol, ternyata masih ada warga yang membuang sampah ke Sungai Cironggeng. Bahkan, pihaknya pun menemukan sebuah kasur (spring bed) di sungai tersebut.

Menurutnya, penyebab utama banjir tak lain adalah perilaku warga setempat yang kurang baik. Umi berharap kejadian ini dapat membuat para warganya menjadi lebih disiplin dalam menjaga kebersihan.

“Ditemukan spring bed di sungai itu. Tentu saja ini perilaku kurang baik. Maka di tahun 2020 warga Bandung saya harap bisa disiplin. Tidak buang sampah di sungai,” tegasnya. 

Selain itu, peninjauan dilakukan Umi untuk memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, pun memastikan warga terdampak banjir seluruhnya telah memperoleh bantuan.

Saat ini, Pemkot Bandung tengah memperbaiki kirmir yang ambrol di Kecamatan Arcamanik. Hal ini dipastikan Kadis Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi. Ia mengupayakan pengerjaan kirmir tersebut akan selesai dalam 1-2 pekan ke depan. 

“Untuk pembangunan kirmir ini kita minta percepatan. Intinya hal yang darurat bencana kita coba percepat 1-2 minggu bisa beres. Bulan ini selesai,” tegas Didi.

“Karena kondisi hujan saat ini, saya mohon warga untuk waspada. Bila ada kirmir yang tidak baik alangkah baiknya melapor,” tambahnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat Kota Bandung untuk segera melaporkan jika melihat kirmir yang sudah rapuh atau tidak kuat menahan beban air.

“Laporkan segera ke Dinas Pekerjaan Umum atau aparat kewilayahan setempat. Sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” tutup Didi.