Tujuh Gunung Api di Jabar Berpotensi Meletus

By on December 15, 2011 | views: 589

Bandung – Tujuh gunung api di Jawa Barat termasuk tipe A dan berpotensi meletus. Satu gunung, yaitu Papandayan kini berstatus siaga. Gunung api tipe A adalah gunung api yang pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.

“Gunung yang masuk tipe A di Jabar yaitu Gunung Salak, Gede, Tangkuban Parahu, Ceremai, Guntur, Papandayan, dan Galunggung,” ujar Supriyati Dwi Andreastuti,
Kepala Bidang Evaluasi Potensi Bencana Badan Geologi.

Hal itu ia ungkapkan pada dalam acara Sosialisasi / Diseminasi Peraturan Bidang ESDM Peraturan Menteru ESDM Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Pedoman Mitigaasi Bencana Gunung Api, Gerakan Tanah, Gempa Bumi dan Tsunami di Hotel Mason Pine Kota Baru Parahyangan, Kamis (15/12/2011).

Sementara itu, menurut Agus Solihin, Kepala Sub Bidang Evaluasi Bencana Gempa Bumi dan Gerakan Tanah PVMBG, Badan Geologi Kementrian ESDM, Gunung Papandayan termasuk gunung yang perlu diwaspadai dan statusnya kini siaga. “Yang masuk dalam daftar gunung api yang perlu diwaspadai dan masuk level siaga di Jawa yaitu Gunung Papandayan dan Gunung Anak Krakatau,” katanya.

Tujuh gunung tipe A yang berpotensi meletus di Jawa Barat, merupakan bagian dari 19 gunung tipe A di Jawa. 12 gunung tipe A lainnya adalah Gunung Slamet, Gunung Dieng-Butak, Gunung Petarang-Timbang, Gunung Sundoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Kelud, Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

“Untuk Gunung Dieng, Gunung Bromo, Gunung Semeru dan Gunung Sundoro, kini berstatus waspada,” kata Agus.

Di Indonesia sendiri ada 127 gunung api. Dari jumlah itu, 77 di antaranya masuk gunung api tipe A atau berpotensi meletus. Sementara gunung tipe B jumlahnya 10 dan tipe C 5 gunung.

Gunung api tipe B yaitu gunung api yaitu gunung api yang sesudah tahun 1600 belum lagi mengalami erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti solfatara. Sedangkan tipe C adalah gunung api yang yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara dan atau fumarola pada tingkat lemah.

sumber: detikBandung

cipzie

Part-time Photographer, Half-Soul in Graphic Design, Digital Media Enthusiast, Social Media Speaker.

Komentar

Komentar

INFOBDG.COM