MUSIK, infobdg.com – Setelah merilis single perdana “Pasang” November lalu, band rock pendatang baru asal Bandung, Suarloca, merilis single kedua bertajuk “Saturnine”.

“Saturnine” adalah lagu tentang empati, tentang ungkapan kesedihan, ketika mendampingi orang terdekat yang memiliki depresi. Sebagai orang terdekat, membantu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Namun, tidak dapat dipungkiri, bahwa ketika seseorang mengidap masalah mental, orang terdekat turut menjadi sosok yang terdampak dari segi emosional. Lagu ini berangkat dari pengalaman pribadi vokalis dan adik lelakinya.

Berbeda dengan “Pasang”, Suarloca menyampaikan “Saturnine” dengan lirik berbahasa Inggris dan komposisi yang lebih sederhana. Di saat “Pasang” didominasi dengan iringan gitar fuzzy yang agresif, “Saturnine” menawarkan irama lebih lambat, dengan pengulangan riff yang kontemplatif. Pendengar tetap dapat mendengarkan permainan agresif dari Suarloca pada bagian akhir lagu.

Proses pengerjaan “Saturnine” dilakukan pertengahan tahun lalu, ketika Suarloca mendapatkan formasi solid, setelah sempat berganti-ganti personil. Lagu ini cukup spesial bagi masing-masing personil, karena semua memberikan porsi yang sama dalam proses kreatif. “Saturnine” turut menjadi landmark dalam perjalanan Suarloca dalam melakukan eksplorasi identitas.

Suarloca mempercayakan proses mixing “Saturnine” di tangan Rama Harto yang sebelumnya memproduseri single Nadhif Basalamah dan band asal Jakarta Pinky Walrus. Proses mastering sendiri dilakukan oleh Bill Henderson dari Azimuth Mastering, New Jersey. Artwork dari single “Saturnine” dibuat oleh Yan, yang dikenal lewat akun @_yanmn di media sosial Instagram.

“Saturnine” sudah dapat dinikmati lewat platform musik digital Spotify, Apple Music dan Deezer. Dalam waktu dekat Suarloca tengah mempersiapkan materi untuk album mini.

Komentar

Total Komentar