Grand Hotel Preanger Bandung Resmi Jadi Tribute Portfolio, Bawa Warisan Sejarah ke Era Baru

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Grand Hotel Preanger Bandung memasuki babak baru dengan bergabung ke dalam Tribute Portfolio, salah satu brand hotel di bawah naungan Marriott Bonvoy. Hotel bersejarah yang telah berdiri sejak 1897 ini menjadi properti pertama Tribute Portfolio di Jawa Barat, sekaligus menawarkan pengalaman menginap yang memadukan warisan arsitektur, budaya lokal, dan nuansa modern.

Berlokasi di Jalan Asia Afrika, hotel dengan 188 kamar tersebut membawa filosofi “Heritage, Reimagined”. Konsep ini menjadi upaya untuk mempertahankan identitas Grand Hotel Preanger sebagai salah satu ikon bersejarah Bandung, sekaligus menghadirkannya dalam pengalaman yang lebih relevan bagi wisatawan masa kini.

Selama lebih dari satu abad, Grand Hotel Preanger telah menjadi bagian dari perjalanan Kota Bandung. Kini, melalui Tribute Portfolio, hotel tersebut ingin memperkenalkan sisi Bandung yang lebih dekat dengan sejarah, seni, kuliner, dan kehidupan komunitas lokal kepada wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

“Tribute Portfolio menyatukan hotel-hotel independen yang memiliki karakter kuat, desain yang menawan, serta kedekatan erat dengan komunitas lokalnya,” ungkap Ramesh Jackson, Regional Vice President, Indonesia & Malaysia, Marriott International.

Menurutnya, karakter dan sejarah panjang Grand Hotel Preanger membuat hotel tersebut memiliki kesesuaian kuat dengan nilai yang dibawa Tribute Portfolio.

Mempertahankan Jejak Art Deco

Salah satu daya tarik utama Grand Hotel Preanger terletak pada sejarah arsitekturnya. Hotel ini pertama kali dibangun pada 1897 dan kemudian mengalami desain ulang pada 1929 oleh arsitek Belanda C.P. Wolff Schoemaker, dengan sentuhan desain dari muridnya, Soekarno yang kemudian menjadi Presiden pertama Indonesia.

Warisan tersebut membuat Grand Hotel Preanger dikenal sebagai salah satu contoh arsitektur Tropical Art Deco yang ikonik di Indonesia.

Dalam pembaruan interiornya, unsur sejarah tetap dipertahankan melalui berbagai elemen desain, kerajinan lokal, serta detail arsitektur yang dipadukan dengan fasilitas dan kenyamanan modern.

188 Kamar dengan Sentuhan Art Deco

Grand Hotel Preanger Bandung kini memiliki total 188 kamar dan suite, dengan ukuran mulai dari 32 meter persegi.

Desain kamar mengadaptasi karakter bangunan melalui elemen Art Deco, tekstur yang hangat, serta berbagai detail yang mempertahankan nuansa historis hotel. Di saat yang sama, fasilitas akomodasi terus diperbarui untuk memenuhi kebutuhan wisatawan masa kini.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya hotel untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian sejarah dan peningkatan pengalaman menginap.

Hadirkan Kuliner Lokal hingga Hidangan Belanda

Pengalaman di Grand Hotel Preanger tidak hanya ditawarkan melalui arsitektur dan kamar. Area kulinernya juga dirancang sebagai ruang untuk mempertemukan tamu hotel dengan masyarakat lokal.

Di Huis Van Preanger, restoran all-day dining, Head Chef Endra menghadirkan pilihan kuliner internasional, hidangan khas Indonesia, hingga sajian yang terinspirasi dari kekayaan kuliner Jawa Barat.

Terdapat pula Dutch Corner yang menghadirkan hidangan bercita rasa Belanda sebagai bagian dari upaya mengangkat hubungan sejarah dan kuliner antara Indonesia dan Belanda.

Sementara itu, The Saloon Lounge menawarkan suasana yang lebih santai dengan kopi lokal, Afternoon Tea, serta pertunjukan musik Sunda dan jazz secara langsung.

Kedua area tersebut sekaligus menjadi ruang berkumpul bagi tamu maupun warga Bandung untuk menikmati makanan, musik, dan suasana sosial yang menjadi bagian dari karakter kota.

Punya Ruang Acara hingga 800 Tamu

Grand Hotel Preanger juga menyediakan fasilitas untuk berbagai kebutuhan pertemuan dan acara dengan total area mencapai 1.993 meter persegi.

Hotel ini memiliki ballroom seluas 678 meter persegi yang dapat menampung hingga 800 orang, serta 11 ruang pertemuan. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari konferensi dan acara perusahaan hingga pernikahan serta acara sosial.

Dengan lokasi dan karakter bangunan yang khas, area acara di Grand Hotel Preanger menawarkan perpaduan antara suasana historis dan fasilitas modern.

Berada di Tengah Destinasi Ikonik Bandung

Lokasi hotel di Jalan Asia Afrika menjadi salah satu keunggulan lainnya. Dari Grand Hotel Preanger, wisatawan dapat dengan mudah menjangkau sejumlah destinasi bersejarah dan budaya Bandung.

Jalan Braga dengan deretan kafe, galeri, dan bangunan bergaya kolonial berada tidak jauh dari hotel. Ada pula Museum Konferensi Asia Afrika yang menyimpan sejarah pertemuan diplomatik penting pada 1955, serta Alun-Alun Bandung yang menjadi salah satu ruang publik utama di pusat kota.

Lily Wijaya, Multi-Property General Manager Grand Hotel Preanger Bandung, a Tribute Portfolio Hotel dan Four Points by Sheraton Bali, Ungasan, mengatakan identitas hotel yang kuat menjadi salah satu alasan Grand Hotel Preanger sesuai dengan konsep Tribute Portfolio.

“Grand Hotel Preanger Bandung selalu menjadi tempat di mana sejarah, budaya, dan komunitas bersatu,” ungkap Lily.

Ia menambahkan, kehadiran Tribute Portfolio diharapkan dapat semakin memperkenalkan pengalaman yang menghubungkan wisatawan dengan masyarakat serta berbagai cerita yang membentuk identitas Bandung.

Ke depan, Grand Hotel Preanger juga dijadwalkan memiliki fasilitas spa dan pusat kebugaran baru pada 2027. Pengembangan tersebut ditujukan untuk melengkapi pengalaman tamu tanpa menghilangkan karakter historis bangunan.

Sebagai bagian dari Marriott Bonvoy, tamu yang menginap di Grand Hotel Preanger Bandung juga dapat mengikuti program loyalitas tersebut untuk mengumpulkan maupun menukarkan poin di berbagai properti Marriott Bonvoy di seluruh dunia.

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat