{"id":6521144268,"date":"2011-06-14T10:13:00","date_gmt":"2011-06-14T03:13:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.infobdg.com\/v2\/?p=14448153709"},"modified":"2011-12-28T21:10:57","modified_gmt":"2011-12-28T14:10:57","slug":"surili-hewan-asli-jawa-barat-yang-hampir-punah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/surili-hewan-asli-jawa-barat-yang-hampir-punah\/","title":{"rendered":"Surili, Hewan Asli Jawa Barat Yang Hampir Punah"},"content":{"rendered":"<p>Surili (<em>Presbytis comata<\/em>)<\/p>\n<p>Nama Inggris&#160;: <strong>Grizzled leaf monkey\/Grizzled Langur<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"http:\/\/www.uniknya.com\/wp-content\/uploads\/2011\/05\/presbytis-comata.jpg\" src=\"http:\/\/www.uniknya.com\/wp-content\/uploads\/2011\/05\/presbytis-comata.jpg\"\/><\/p>\n<p><strong><span>Morfologi<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Pada umumnya warna bagian punggung (<em>dorsal<\/em>)  tubuh surili dewasa berwarna hitam atau coklat tua keabuan. Pada bagian  kepala sampai jambul berwarna hitam. Tubuh bagian depan (<em>ventral<\/em>) mulai dari bawah dagu, dada, perut, bagian dalam lengan, kaki dan ekor berwarna putih. <span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Warna  kulit muka dan telinga hitam pekat agak kemerahan, warna iris mata  coklat gelap dan  warna bibirkemerahan. Pada individu yang baru lahir,  tubuhnya berwarna putih keperak-perakan dengan garis hitam mulai dari  kepala hingga ekor. Panjang tubuh individu jantan dan betina hampir sama  yaitu berkisar antara 430-600&#160;mm. Panjang<em><strong>ekor<\/strong><\/em> berkisar antara 560-720&#160;mm. Berat tubuh rata-rata 6,5&#160;kg.<\/span><\/p>\n<p><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\"><!-- more --><\/span><strong><span><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Habitat<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili hidup di kawasan hutan hujan  tropis primer maupun sekunder mulai dari hutan pantai (ketinggian 0  meter) sampai hutan pegunungan (ketinggian sampai 2000 meter diatas  permukaan laut). Seringkali juga surili dijumpai di perbatasan antara  hutan dengan kebun penduduk.<\/span><\/p>\n<p><span><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\"><strong>Makanan<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili termasuk jenis primata yang  banyak mengkonsumsi daun muda atau kuncup daun sebagai makanannya. Bila  dilihat komposisi makanan yang dikonsumsi surili, 64% dari makanannya  adalah daun muda, 14% buah dan biji, 7% bunga dan sisanya berupa  serangga, jamur dan tanah. Di samping itu jenis tumbuhan yang menjadi  makanan surili juga sangat beragam. Beberapa hasil penelitian  memperlihatkan bahwa surili mengkonsumsi lebih dari 75 jenis tumbuhan  yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><strong><span><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Penyebaran<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili (<em>Presbytis comata<\/em>)  hanya terdapat di Jawa Barat, terutama di kawasan hutan yang yang  tergolong kawasan konservasi (Taman Nasional, Cagar Alam) dan hutan  lindung. Surili tersebar mulai dari hutan pantai sampai hutan pegunungan  mulai dari 0-2000 meter diatas permukaan laut.<\/span><\/p>\n<p><strong><span><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Perilaku Sosial<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili hidup berkelompok dengan  ukuran antara 7-12 individu. Setiap kelompok biasanya terdiri atas satu  ekor jantan dengan satu atau lebih betina (<em>one male multi female troop<\/em>).<\/span><\/p>\n<p><strong><span><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Aktivitas Harian<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili aktif di siang hari (<em>diurnal<\/em>) dan lebih banyak melakukan aktivitasnya pada bagian atas dan tengah dari tajuk pohon (<em>arboreal<\/em>).  Kadang-kadang jenis primata ini juga turun ke dasar hutan untuk memakan  tanah. Pada saat anggotanya turun ke lantai hutan, pimpinan kelompok  akan terlihat mengawasi dengan waspada.<\/span> <span xml:lang=\"FI\" lang=\"FI\">Pada malam hari kelompok surili tidur saling berdekatan pada ketinggian sekitar 20&#160;m di atas permukaan tanah.<\/span> <span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili jarang menggunakan pohon sebagai tempat tidur yang sama dengan hari sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Status Konservasi<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili merupakan satwa yang hanya  terdapat (endemik) di Jawa Barat dan Banten. Satwa ini dilindungi oleh  perundang-undangan yang berlaku di Indonesia yaitu berdasarkan SK  Menteri Pertanian No. 247\/Kpts\/Um\/1979 tanggal 5 April 1979, SK Menteri  Kehutanan No. 301\/Kpts-II\/1991 tanggal 10 Juni 1991 dan Undang-undang  No. 5 Tahun 1990. Penyusutan habitat merupakan ancaman terbesar bagi  populasi Surili. Saat ini jenis primata ini hanya dapat dijumpai di  kawasan lindung dan konservasi dengan jumlah yang tersisa berkisar  antara 4.000-6.000 ekor.<\/span><\/p>\n<p><strong><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Dasar Pengajuan Surili Menjadi Satwa Simbol Jawa Barat<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Beberapa alasan yang mendasari pengusulan Surili menjadi fauna identitas Jawa Barat adalah sebagai berikut&#160;:<\/span><\/p>\n<ol type=\"1\">\n<li> <span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili merupakan satwa yang hanya terdapat di Jawa  Barat dan Banten. Dengan demikan satwa ini merupakan satwa yang khas dan  tidak dapat dijumpai di daerah lain.<\/span> <\/li>\n<li> <span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili merupakan dikatagorikan sebagai jenis  primata pemakan daun yang harus mendapatkan prioritas untuk  dilestarikan. Hal ini menjadikan perhatian dunia internasional,  khususnya badan-badan yang berkaitan dengan konservasi hidupan liar  banyak tertuju kepada jenis ini. Tingginya perhatian dunia akan jenis  primata ini dapat dijadikan sebagai daya tarik  untuk mempromosikan  provinsi Jawa Barat di dunia internasional.<\/span> <\/li>\n<li> <span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili sangat tergantung dengan keberadaan hutan  sebagai tempat hidupnya, sehingga melestarikan satwa ini mutlak harus  disertai dengan pelestarian hutan di Jawa Barat.  Hal ini akan mendorong  pemerintah provinsi Jawa Barat untuk melaksanakan kebijakan yang  memperhatikan kelestarian lingkungan khususnya kawasan hutan yang saat  ini sudah sangat memprihatinkan.<\/span> <\/li>\n<li> <span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili merupakan satwa yang sudah cukup di kenal  sebagai kerabat dekat lutung sehingga sudah menyatu dengan legenda  Lutung Kasarung yang dikenal luas di Jawa Barat.<\/span> <\/li>\n<li> <span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili merupakan jenis satwa primata yang  kekerabatannya dekat dengan manusia. Dalam kehidupannya satwa mempunyai  insting untuk melakukan pengobatan sendiri (<em>self medication<\/em>)  lewat makanan yang dikonsumsinya di hutan.  Banyak makanan dari  jenis-jenis primata yang ternyata mengandung zat aktif yang dapat  berfungsi sebagai obat bagi jenis-jenis penyakit yang juga menjangkiti  manusia.<\/span> <\/li>\n<\/ol>\n<p><span xml:lang=\"SV\" lang=\"SV\">Surili merupakan satwa yang memakan  buah-buahan dan biji-bijian serta serangga. Dengan memakan buah dan biji  satwa ini dapat membantu dalam menyebarkan biji tumbuhan di kawasan  hutan yang kemudian akan tumbuh menjadi anakan pohon baru. Dengan  demikian surili berperan juga dalam memelihara kelestarian hutan. Dengan  memakan serangga seperti belalang, dll.<\/span><\/p>\n<p>Sumber Referensi&#160;:<br \/><a href=\"http:\/\/www.bplhdjabar.go.id\/adddoc.cfm?doc_id=108\" target=\"_blank\"><a href=\"http:\/\/www.bplhdjabar.go.id\" target=\"_blank\">http:\/\/www.bplhdjabar.go.id<\/a><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surili (Presbytis comata) Nama Inggris&#160;: Grizzled leaf monkey\/Grizzled Langur Morfologi Pada umumnya warna bagian punggung (dorsal) tubuh surili dewasa berwarna hitam atau coklat tua keabuan. Pada bagian kepala sampai jambul berwarna hitam. Tubuh bagian depan (ventral) mulai dari bawah dagu, dada, perut, bagian dalam lengan, kaki dan ekor berwarna putih. Warna kulit muka dan telinga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":14448152895,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3,26],"class_list":["post-6521144268","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-artikel","tag-blog","tag-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6521144268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6521144268"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6521144268\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14448152895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6521144268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6521144268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infobdg.com\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6521144268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}