Lebih dari Pameran Seni, “Nature: Suara dan Warna Alam” Tawarkan Refleksi Manusia dan Alam di Bandung

BANDUNG, Infobdg.com – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern dan derasnya arus digital, sebuah ruang perjumpaan seni bertajuk “Nature: Suara dan Warna Alam” akan digelar di Bandung Creative Hub. Kegiatan seni multidisiplin ini memadukan konser musik akustik dan pameran lukisan sebagai medium refleksi, edukasi, sekaligus upaya membangun kembali relasi manusia dengan diri sendiri, sesama, dan alam.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Sanggar Seni Sinta Sari (4S), sebuah komunitas seni yang beranggotakan pendidik, seniman, dan pegiat komunitas dari beragam latar belakang. Melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin, 4S menghadirkan seni bukan sekadar sebagai tontonan, melainkan sebagai pengalaman yang mengajak publik untuk hadir secara utuh dan sadar.

Sebagian karya lukisan yang akan dipamerkan oleh Sanggar Seni Sinta Sari

Di era percepatan digital, manusia kerap terjebak dalam kehidupan yang serba terhubung namun dangkal. Relasi sosial menjadi renggang, keheningan tergantikan notifikasi, dan perhatian terpecah oleh layar. Melalui musik dan lukisan yang hadir tanpa perantara teknologi berlebih, “Nature: Suara dan Warna Alam” menawarkan ruang jeda-tempat untuk merasakan kembali keindahan yang tumbuh dari kehadiran, perhatian, dan relasi langsung.

Ketua Panitia sekaligus penggagas acara, Fatimah Al-Ma’shumah, menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari kegelisahan akan kondisi manusia modern yang semakin terfragmentasi.

“Kami melihat banyak orang hidup dalam ritme yang sangat cepat, tetapi kehilangan ruang untuk benar-benar hadir. Melalui Nature: Suara dan Warna Alam, kami ingin menghadirkan seni sebagai ruang jeda, tempat orang bisa berhenti sejenak, merasakan, dan kembali terhubung dengan dirinya sendiri, dengan sesama, dan dengan alam,” ujar Fatimah.

Ketua Panitia sekaligus penggagas acara Pameran Lukisan NATURE, Fathimah Al-Ma’Shumah

Konser musik dalam kegiatan ini akan digelar secara terbatas untuk 150 undangan, demi menjaga suasana yang intim dan reflektif. Sementara itu, pameran lukisan dibuka untuk umum selama lima hari, memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat Bandung untuk menikmati karya seni sekaligus terlibat dalam proses refleksi yang ditawarkan.

Pameran bertajuk “NATURE (Suara dan Warna Alam)” akan berlangsung di Exhibition Room, Bandung Creative Hub Lantai 1, pada 7–10 Februari 2026, pukul 09.00–17.00 WIB. Selain pameran fisik, sebagian karya juga akan dilelang secara daring melalui lelangsari.zone.id pada periode 1–10 Februari 2026, lengkap dengan katalog karya dan informasi donasi.

Sejumlah seniman yang terlibat antara lain Ammy, Makaio, Iweng, Fathimah, Iis Rosilah, Avicenna, Fida, Zainab, Mona, Balairy, Zahra, Madina, Muhammad, Fathimah Alkaaf, Arfan, Miss Putri, para peserta weekend class, serta seniman lainnya. Keberagaman latar belakang usia dan profesi para perupa menegaskan bahwa seni adalah bagian dari pengalaman manusia yang inklusif dan membumi.

Lebih lanjut, Fatimah menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai peristiwa sesaat.

“Kami menargetkan pameran ini dapat menjadi agenda rutin minimal satu tahun sekali. Harapannya, seni bisa terus hadir secara konsisten sebagai proses belajar bersama, bukan hanya sebagai acara seremonial,” jelasnya.

Tak hanya berhenti pada pameran dan konser, rangkaian kegiatan ini juga didahului oleh workshop dan sesi melukis bersama sebagai bagian dari proses kreatif dan edukatif yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan sensitivitas, empati, serta kesadaran akan pentingnya relasi manusia dengan alam secara lebih bertanggung jawab.

Melalui “Nature: Suara dan Warna Alam”, seni dihadirkan sebagai ruang perjumpaan dan pemulihan, sebuah pengingat bahwa menjadi manusia berarti hadir sepenuhnya, berelasi dengan hangat, dan hidup selaras dengan alam.***

Exit mobile version