BANDUNG, infobdg.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti potensi ancaman longsor di kawasan Dago, Kecamatan Coblong. Pemerintah Kota Bandung meminta dilakukan audit konstruksi bangunan dan lereng untuk memastikan aspek keselamatan di wilayah tersebut.
Sorotan itu disampaikan Farhan saat melakukan pemantauan langsung di kawasan Dago dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana. Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan sejumlah titik yang dinilai rawan, terutama di sekitar area The MAJ Dago yang berada di lereng perbukitan.
Farhan menegaskan, audit diperlukan untuk memastikan kekuatan struktur bangunan, khususnya pada bagian penahan lereng (slope support). Menurutnya, meskipun bangunan tersebut telah berdiri sejak beberapa tahun lalu dan sempat dilakukan penanganan, evaluasi ulang tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko ke depan.
Ia juga mengungkapkan bahwa di kawasan tersebut pernah terjadi pergerakan tanah dengan panjang sekitar beberapa meter. Meski sebelumnya telah dilakukan penanganan teknis, Pemerintah Kota Bandung akan tetap memeriksa ulang dokumen perencanaan dan konstruksi bangunan sebagai bagian dari langkah mitigasi.
Selain aspek bangunan, Pemkot Bandung turut menaruh perhatian pada kondisi infrastruktur pendukung di kawasan Dago, seperti jalan dan saluran drainase. Penataan kawasan juga akan dilakukan secara bertahap guna meningkatkan faktor keselamatan bagi warga dan pengguna jalan.
Pemerintah Kota Bandung memastikan upaya mitigasi bencana di kawasan rawan akan terus diperkuat, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di wilayah Dago yang merupakan salah satu kawasan strategis dan ramai dikunjungi.