BANDUNG, infobdg.com — Restoran Brother Chang resmi membuka pintunya di Jalan Dipatiukur No. 73, Bandung, pada Kamis (22/1/2026), menghadirkan pengalaman bersantap yang memadukan cita rasa Asia dengan kisah tentang kerja keras, keluarga, dan perjalanan hidup. Tak sekadar tempat makan, Brother Chang mengusung narasi personal yang terinspirasi dari sosok anak sulung dalam keluarga Asia.
Konsep tersebut diterjemahkan melalui perjalanan panjang dari dapur ke dapur di berbagai negara Asia, mulai dari Singapura, Malaysia, hingga Vietnam. Pengalaman lintas negara itu membentuk filosofi memasak Brother Chang yang menekankan ketulusan, proses, dan makna di balik setiap hidangan.
Sebagai bagian dari pembukaannya, Brother Chang menghadirkan Opening Set Menu Experience. Set menu ini dirancang sebagai perjalanan kuliner terkurasi yang merefleksikan jejak perjalanan Asia, disajikan dengan pendekatan personal dan penuh intensi.
Pada Set Menu I, hidangan pembuka seperti Salmon Yum dengan pomelo, green mango, dan belimbing wuluh merepresentasikan karakter segar khas Thailand, sementara Beef Spring Roll menghadirkan rasa akrab dengan isian beef ragout yang dimasak perlahan. Menu utama diisi Bone Marrow Fried Rice yang memadukan sumsum tulang dan salted egg, serta Prawn Laksa yang menawarkan rasa hangat dan berlapis. Penutupnya dihadirkan melalui Chang Mango Sticky Rice dan Pa Tong Kho sebagai sajian manis yang menenangkan.
Set Menu II menonjolkan sisi street food Asia yang lebih ekspresif, diawali Prawn Som Tum dan Chang KFC dengan balutan gochujang glaze. Untuk hidangan utama, Brother Chang menyajikan Housemade Roasted Duck yang diproses dengan teknik klasik serta Salmon Tuturuga dengan kari kuning khas Manado. Dessert Coconut Pudding dan Pa Tong Kho melengkapi pengalaman bersantap dengan rasa yang lembut dan familiar.
Sementara itu, Set Menu III membawa pengaruh kuat dari Vietnam dan Asia Timur, dengan Vietnamese Chicken Salad dan Salt & Pepper Squid sebagai pembuka. Menu utama seperti Beef Pho Noodles dan Lamb Fried Rice menekankan keseimbangan rasa dan eksplorasi rempah. Penutupnya, Chang Lava Cake dengan soursop granita dan sea salt caramel disajikan sebagai akhir yang kaya namun tetap segar, ditemani Pa Tong Kho sebagai sajian penutup khas.
Chef Brother Chang, Wiem Kahyang Isha, menyampaikan bahwa setiap menu lahir dari pengalaman panjang menjelajahi dapur-dapur Asia.
“Melalui Brother Chang, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya soal rasa, tetapi juga cerita tentang usaha, pengorbanan, cinta, dan kerja keras,” ujarnya.
Dengan hadir di Bandung, kota yang dikenal kreatif dan terbuka terhadap pengalaman kuliner baru, Brother Chang diharapkan menjadi ruang berkumpul yang hangat bagi keluarga dan sahabat, sekaligus pengingat bahwa setiap hidangan memiliki cerita, sebagaimana bunga teratai yang tumbuh dari lumpur namun mekar dengan indah.***