BANDUNG, infobdg.com – WG Land merayakan 50 tahun kiprahnya di tengah dinamika industri properti Indonesia yang semakin kompleks akibat fluktuasi ekonomi global, perubahan kebijakan, serta dinamika politik nasional dan daerah. CEO WG Land, Ronny Gunawan, menegaskan bahwa tantangan utama sektor properti saat ini bukan hanya soal suplai dan permintaan, tetapi juga kemampuan pengembang dalam beradaptasi terhadap regulasi, kemudahan perizinan, serta kebijakan insentif seperti PPN DTP yang kerap berubah. Karena itu, WG Land terus membenahi sistem internal agar tetap adaptif tanpa kehilangan identitas produk.
WG Land memilih strategi kemitraan erat dengan pemerintah untuk memastikan seluruh proyek sejalan dengan visi pembangunan nasional sekaligus mampu mengantisipasi gejolak politik, termasuk di masa transisi pemerintahan. Ronny menekankan bahwa perubahan kepemimpinan seharusnya menjadi peluang untuk menyelaraskan kembali kebutuhan masyarakat dengan produk hunian yang relevan. Kemitraan ini juga memperkuat posisi WG Land sebagai mitra solusi pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan yang masih mencapai jutaan unit.
“Kita memang selalu bermitra sehingga pasti kita bisa melengkapi kebutuhan pasar dan bisa menjawab tantangan-tantangan perkembangan politik yang ada,” tambah Ronny.
Terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menangguhkan sejumlah proyek pembangunan sebagai mitigasi bencana lingkungan, WG Land menegaskan seluruh proyeknya telah memiliki izin lengkap dan lahan yang digunakan memang diperuntukkan bagi hunian sesuai RT/RW. Transparansi dan kepatuhan hukum menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik. Prinsip ini juga diterapkan dalam pengembangan proyek Kuta Amerta di Soreang, Kabupaten Bandung, yang dirancang sebagai kawasan terintegrasi berisi hunian, area komersial, perdagangan, pusat lifestyle, serta alun-alun baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial.
Keberhasilan proyek Kaliandra Garden Villa di Soreang, yang seluruh 27 unitnya terjual habis dan sudah AJB dalam waktu kurang dari satu tahun, menjadi bukti kuatnya respons pasar terhadap produk WG Land yang mengedepankan legalitas dan kualitas. Capaian ini memperkuat posisi Soreang sebagai alternatif hunian potensial di tengah padatnya Kota Bandung. Memasuki usia 50 tahun, bertepatan dengan ulang tahun pendiri Wawan Gunawan, WG Land menegaskan komitmennya untuk terus membangun secara adaptif, berintegritas, dan berlandaskan kepastian hukum demi menjaga kepercayaan yang telah dibangun selama setengah abad.