BANDUNG, infobdg.com – Mulai Februari tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan akan memberlakukan Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) secara online.

Hal ini dipastikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja. Ia menilai, salah satu kunci keberhasilan SP 2020 Online adalah partisipasi masyarakat.

Ditemui di Gedung Sate, Bandung, Setiawan mengatakan bahwa selain peran serta masyarakat, berjalannya sensus penduduk secara online juga memerlukan dukungan dari dinas/instansi/OPD, badan/lembaga/institusi, serta organisasi.

Ia pun menegaskan, bahwa SP 2020 Online merupakan sistem yang baru pertama dilakukan di Indonesia. Ini tentunya bisa memudahkan pekerjaan pendataan dan mengindari hal-hal seperti kesalahan dalam input data, serta pengulangan saat proses pendataan.

“Sistem yang online ini adalah salah satu sistem yang memudahkan, efisiensi segala sumber daya. Banyak yang bisa kita gunakan untuk hasil dari data di Sensus Penduduk ini, misalnya menghindari perhitungan dua kali,” ujar Setiawan, Kamis (20/2).

Setiawan atau yang akrab disapa Iwan ini pun menambahkan, dalam mendukung penyelenggaraan SP 2020 Online, BPS Jabar bersama elemen terkait perlu melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara mengelola data kependudukan yang perlu dilakukan secara digital.

“Berikutnya adalah budaya, karena saat ini mau tidak mau kita sedang memasuki era Industri 4.0, di dunia manapun digitalisasi ini menjadi suatu keharusan. Jadi ini merupakan kesempatan, saat kita bicara masalah sensus penduduk 2020 dengan cara online, maka mau tidak mau kita juga mengedukasi seluruh elemen masyarakat untuk familiar dalam penggunaan digitalisasi,” bebernya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Jabar Dody Herlando mengatakan, SP 2020 merupakan tahap pertama untuk penghitungan lengkap. Di tahap ini, akan ada 21 pertanyaan dasar seperti nama lengkap, alamat, pekerjaan, pendidikan dan perumahan.

“Tahap kedua adalah penghitungan sampel yang akan dilakukan di tahun 2021 dengan mengajukan 82 pertanyaan yang lebih detil yang mencakup keterangan individu, migrasi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perumahan, fertilitas, dan mortalitas,” terang dia.

SP 2020 Online dimulai pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Masyarakat Jabar bisa mengisi data dengan mengakses situs web sensus.bps.go.id. Masyarakat yang belum mengikuti SP Online akan dibantu petugas yang akan melakukan SP wawancara dengan menggunakan hp/tablet pada 1 hingga 31 Juli 2020. Sementara tahap kedua, yakni penghitungan sampel akan berlangsung pada Juli 2021.