BANDUNG, infobdg.com – Harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) pada awal Ramadan 1440 H, mengalami kenaikan harga. Kenaikan ini tidak merata, beberapa ada yang stabil, namun ada pula yang melonjak tinggi.

Hasil tinjauan Infobdg ke Pasar Kiaracondong, Bandung, pada Senin (6/5) pagi tadi, beberapa komoditas seperti telur ayam broiler dan cabe merah tanjung memang mengalami kenaikan harga, namun tidak terlalu signifikan.

Menurut salah satu pedagang telur di Pasar Kiaracondong, Kun Kun (42), kenaikan harga telur saat ini hanya Rp 1.000 saja. “Naik tapi gak terlalu jauh, cuma seribu. Biasanya perkilo dijual 23 ribu, sekarang 24 ribu,” ujarnya, ditemui saat berjualan di Pasar Kiaracondong, Bandung.

Selain telur, cabe merah tanjung yang harga normalnya Rp 35.000/kg kini naik Rp 5.000 menjadi Rp 40.000/kg. Kenaikan itu pun dianggap wajar mengingat komoditas pangan lainnya seperti aneka macam bumbu yang harganya melonjak drastis.

Rohmana (56), pedagang aneka jenis bawang di salah satu lapak di Pasar Kiaracondong mengatakan, harga bawang putih akhir-akhir ini dinilai tidak wajar, yakni mencapai Rp 80.000/kg. Menurutnya, kenaikan harga bawang putih diakibatkan oleh tingginya permintaan pasar, sementara persediannya sangat tipis.

“Iya, sempat capai 80 ribu per kilonya (bawang putih), naiknya drastis,” kata Rohmana.

Menanggapi hal tersebut, Pemkot Bandung turun tangan dengan mengadakan operasi pasar, serta menyediakan 8 ton bawang putih yang dijual dengan harga Rp 30.000/kg. Rohmana mengakui upaya ini sangat meringankan konsumen.

“Kemarin Pemkot Bandung ada gelar operasi pasar, sekilonya 30 ribu (bawang putih), syukurlah, konsumen pada antusias,” terang Rohmana.

Beralih ke daging, daging sapi dan ayam sama-sama mengalami kenaikan. Saat ini, harga daging sapi berkisar antara Rp 100.000/kg hingga Rp 140.000/kg, sementara daging ayam berada di harga Rp 40.000/kg.

Salah satu konsumen yang membeli daging di Pasar Kiaracondong, Ningsih (47), mengatakan harga daging ayam mengalami kenaikan setiap harinya, dari Rp 32.000/kg, sampai saat ini Rp 40.000/kg.

“Rasa-rasanya setiap hari selalu naik, minggu lalu masih 32 ribu, kesini sini naik terus, sampai sekarang jadi 40 ribu,” tutur Ningsih.