BANDUNG, infobdg.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akan menyalurkan dana bantuan kepada masyarakat Jabar yang terdampak gejolak ekonomi akibat pandemi virus Corona atau Covid-19.

Humas Jabar

Keputusan tersebut telah disepakati oleh Pemprov dan DPRD Jabar. Bantuan akan menyesuaikan arahan dari pemerintah pusat.

“Dalam waktu dekat, kita akan menyalurkan bantuan kepada warga Jawa barat yang terdampak Covid-19,” ujar Emil, sapaan akrabnya, Jumat (27/3), di Gedung Sate Bandung.

Ia menyebut, penyaluran dana bantuan akan difokuskan kepada masyarakat miskin yang belum mendapatkan program perlindungan sosial dari APBN sebanyak 367.825 keluarga rumah tangga sasaran (KRTS), serta keluarga rentan miskin sebanyak 551.700 keluarga. Total sasaran sebanyak 919.525 KRTS.

“Keluarga rentan miskin itu mereka yang mengalami kesulitan ekonomi karena pekerjaan atau usahanya yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, juga mereka yang mungkin kehilangan pekerjaan alias menganggur karena terkena PHK,” terangnya.

Sementara bantuan yang disalurkan senilai Rp 500.000 per keluarga per bulan, dengan komposisi 70% untuk bantuan nontunai, dan 30% bantuan tunai.

“Kami gerak cepat, kalau tidak ada halangan, sesuai arahan Pemerintah Pusat bantuan ini akan kami salurkan ke keluarga miskin dan rentan miskin yang jumlahnya mendekati 1 juta keluarga,” tegas Emil.

Dana yang akan dianggarkan Pemprov Jabar untuk program jaminan sosial di luar pemerintah pusat akan diambil dari APBD 2020 yang telah digeser. Menurut Emil, berdasarkan arahan Presiden RI, pemerintah daerah dapat menggeser beberapa mata anggaran seperti penghematan perjalanan dinas pejabat, dana desa, dan anggaran proyek yang tidak berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Dari mana anggarannya? Sesuai arahan Presiden, menghemat perjalanan dinas, menggeser peruntukkan dana desa, anggaran-anggaran proyek yang tidak signifikan atau berhubungan langsung dengan masyarakat,” tandas dia.