KDM Kaji Pembangunan Underpass Pasteur: Kendaraan dari Tol Pasteur Bakal Bisa Terus Lurus

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com — Gerbang Tol Pasteur selama ini dikenal sebagai titik utama kemacetan di Kota Bandung, terutama saat memasuki akhir pekan. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah serius mengkaji pembangunan underpass di area keluar Tol Pasteur, tepatnya di ruas Jalan Dr. Djundjunan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa usulan ini muncul didasari oleh antrean kendaraan yang kerap mengular panjang pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Menurutnya, hambatan utama di lokasi tersebut adalah pertemuan langsung arus kendaraan dari tol dengan lampu lalu lintas (traffic light).

“Keluar Pasteur itu selalu menimbulkan antrean panjang. Kendaraan dari tol langsung bertemu lampu merah, sehingga arus terhambat,” ujar Dedi saat memberikan keterangan di Kota Bandung.

Solusi Jalur Bawah Tanah

Skema yang diusulkan adalah memisahkan arus kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik persimpangan. Dengan adanya underpass, kendaraan dari arah samping—seperti dari Jalan Surya Sumantri—nantinya dapat melintas melalui jalur bawah tanah.

Hal ini akan memberikan ruang bagi kendaraan yang baru keluar dari gerbang tol untuk terus melaju lurus tanpa terhambat oleh durasi lampu merah yang panjang.

Target Pembangunan 2027

Terkait linimasa proyek, Gubernur berharap proses kajian teknis dan pemenuhan syarat administratif dapat segera rampung. Jika berjalan sesuai rencana, Detail Engineering Design (DED) akan disusun pada anggaran perubahan tahun ini.

“Kalau syaratnya terpenuhi, di perubahan anggaran bisa dibuatkan DED, dan tahun depan (2027) bisa mulai dibangun,” tambahnya.

Mengenai besaran anggaran, pihak Pemprov Jabar belum memberikan angka pasti karena masih harus menunggu hasil kajian mendalam dan rancangan teknis akhir. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi warga Bandung maupun wisatawan asal Jabodetabek yang selama ini mengeluhkan kemacetan kronis di pintu masuk utama Kota Kembang tersebut.

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat